SIDRAP, lenteramerahnews.co.id – UPT Puskesmas Bilokka, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), meluncurkan dua inovasi pelayanan publik yang merupakan hasil aktualisasi peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Kedua inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola administrasi serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Dua inovasi yang diperkenalkan yakni TATA ARSIP (Tertib Arsip, Transparansi Arsip, dan Pelayanan Optimal) dan GIGIH (Gerakan Informasi Gigi Palsu Lepasan yang Ideal untuk Hidup Sehat Lansia).
Inovasi TATA ARSIP digagas oleh Ulfi Yulisti Wulandari, A.Md.Akun., Arsiparis Terampil UPT Puskesmas Bilokka. Program ini berfokus pada peningkatan tata kelola arsip agar lebih tertib, transparan, dan mampu mendukung pelayanan yang efektif.
Melalui inovasi tersebut, dilakukan penataan arsip secara sistematis melalui penyusunan klasifikasi arsip, pemberian kode dan label, serta pengelompokan dokumen berdasarkan jenis dan fungsinya. Selain itu, diterapkan sistem pencatatan dan pengendalian arsip yang lebih terstruktur dengan dukungan media penyimpanan yang aman dan mudah diakses.
Penerapan TATA ARSIP memberikan kemudahan bagi petugas dalam menemukan dokumen yang dibutuhkan sehingga proses pelayanan menjadi lebih cepat dan efisien. Inovasi ini juga mampu meminimalkan risiko kehilangan arsip sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan dokumen di lingkungan puskesmas.
Sementara itu, inovasi GIGIH diinisiasi oleh drg. Andi Yayang Adha Aprilia Monry sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai penggunaan serta perawatan gigi palsu lepasan yang benar.
Program GIGIH dilaksanakan melalui berbagai kegiatan edukatif, seperti pemasangan poster informasi, penyuluhan pada kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), penayangan video edukasi, hingga pembagian brosur mengenai penggunaan dan pemeliharaan gigi palsu lepasan.
Edukasi tersebut terbukti meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya penggunaan gigi palsu secara tepat. Selain membantu menjaga kesehatan rongga mulut, penggunaan gigi palsu yang benar juga berkontribusi terhadap peningkatan rasa percaya diri dan kualitas hidup lansia.
Dalam pelaksanaannya, inovasi GIGIH memanfaatkan berbagai media pembelajaran, mulai dari perangkat lunak dan perangkat keras hingga platform digital seperti YouTube, yang dipadukan dengan edukasi tatap muka. Pendekatan tersebut dinilai efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat.
Melalui program ini, lansia yang mengalami permasalahan kesehatan gigi dan mulut, khususnya terkait penggunaan gigi palsu lepasan, juga diarahkan untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan melalui layanan poli rawat jalan UPT Puskesmas Bilokka.
Kepala UPT Puskesmas Bilokka, Nurdin Latong, S.Kep., Ns., M.Kes., mengapresiasi lahirnya kedua inovasi tersebut. Menurutnya, inovasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
"Saya mengapresiasi inovasi yang dihasilkan oleh dua peserta Latsar CPNS ini. Mudah-mudahan inovasi yang telah dikembangkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun UPT Puskesmas Bilokka, serta terus dikembangkan secara berkelanjutan demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan," ujar Nurdin Latong.
Ia berharap TATA ARSIP dan GIGIH dapat terus dikembangkan sebagai inovasi pelayanan publik yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi contoh penerapan budaya inovasi di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.
Dengan hadirnya kedua inovasi tersebut, UPT Puskesmas Bilokka berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (*)

Posted by 

Emoticon