Sidrap, lenteramerahnews.co.id – Upaya melestarikan budaya lokal melalui dunia pendidikan terus dilakukan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). UPT SD Negeri 10 Pangkajene mengembangkan inovasi SIRI’ (Strategi Inovasi Refleksi dan Interaktif), sebuah media pembelajaran berbasis digital yang dirancang untuk memperkuat literasi budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur masyarakat Bugis kepada peserta didik.
Inovasi tersebut digagas oleh guru UPT SD Negeri 10 Pangkajene, Idazulkaidah Kadir, S.Pd., sebagai respons terhadap menurunnya pemahaman siswa mengenai bahasa, sejarah, dan nilai-nilai budaya Bugis di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta arus globalisasi.
Mengusung konsep Culture-Tech Integration, aplikasi SIRI’ menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi digital sehingga menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, reflektif, dan menarik. Pendekatan ini menjadi alternatif pembelajaran budaya yang selama ini masih didominasi metode ceramah dan penggunaan buku teks.
Melalui aplikasi tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang budaya dan bahasa Bugis, tetapi juga diperkuat karakter mereka melalui internalisasi nilai-nilai Lempu’ (kejujuran) dan Reso (kerja keras). Fitur refleksi yang tersedia dalam aplikasi turut mendorong siswa untuk memahami, menghayati, dan melestarikan budaya lokal di era digital.
Bagi tenaga pendidik, SIRI’ menjadi media pembelajaran yang adaptif dan mudah diintegrasikan ke dalam proses belajar mengajar. Kehadiran aplikasi ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas penyampaian materi kearifan lokal sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual, menarik, dan bermakna.
Inovasi SIRI’ mulai diterapkan pada 2025 ketika UPT SD Negeri 10 Pangkajene dipimpin Hj. St. Norma, S.Pd., M.M. Dukungan yang diberikan saat itu menjadi landasan penting bagi pengembangan sekaligus implementasi program di lingkungan sekolah.
Program tersebut kini terus dikembangkan di bawah kepemimpinan Kepala UPT SD Negeri 10 Pangkajene, Hj. Marwati, S.Pd., M.Si., sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam memperkuat pendidikan berbasis budaya lokal.
Hj. Marwati mengapresiasi inovasi SIRI’ karena dinilai mampu mengintegrasikan pemanfaatan teknologi dengan pelestarian budaya daerah. Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter peserta didik melalui nilai-nilai budaya Bugis.
Ia berharap aplikasi SIRI’ dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis kearifan lokal yang selaras dengan perkembangan teknologi. (*)

Posted by 

Emoticon