BLANTERVIO103

Inilah Dua Siswi SMAN 7 Pinrang Penemu Minuman Herbal Obat Anti Kanker

Inilah Dua Siswi SMAN 7 Pinrang Penemu Minuman Herbal Obat Anti Kanker
Kamis, 02 Januari 2020

Naila Putri Gazali bersama Andi Munawwarah

PINRANG, LENTERAMERAHNEWS-- Minuman teh herbal "Redota" adalah sebuah karya fenomenal hasil temuan siswi SMAN 7 Pinrang, Sulsel yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.

Redota adalah diambil dari kata red (bahasa inggris) berarti merah, sedangkan ota (bahasa bugis) dari daun sirih, "Redota" artinya daun sirih merah. Minuman teh herbal ini menjadi inhubator dalam menghambat sel kanker.

"Kami mencoba menciptakan karya minuman herbal ini, karena informasi dan artikel yang kami baca dan dapatkan, jika iuran BPJS kesehatan akan naik. Sementara salah satu jenis obat yang dihapus dan tidak dibiayai BPJS yakni obat untuk menghambat sel kanker, yang tentunya akan memberatkan bagi warga yang kurang mampu," kata Naila Putri Gazali dan Andi Munawarah. Dua siswi SMAN 7 Pinrang yang menjadi pencetus hasil karya fenomenal ini saat diwawancarai wartawan, Kamis (02/01/2020).

Didampingi Kepala SMAN 7 Pinrang, Ikhwan Matu, kedua siswi ini mempraktekkan cara menyenduh minuman herbal Redota. 

Kedua siswi ini menjelaskan, atas dasar keprihatinan atas penghapusan jenis obat yang tidak dibiayai BPJS kesehatan itu, dia berusaha belajar dan mencari info, tumbuhan apa yang bisa dijadikan sebagai bahan untuk mengganti obat dengan herbal dengan harga terjangkau dan memiliki khasiat sebagai inhubator pertumbuhan sel. kanker.

"Hasil pencarian dan usaha kami tertuju kepada tumbuhan alam daun sirih merah ini," ungkap siswi kelas II IPA ini.

Menurutnya, jika daun sirih merah awalnya adalah tanaman herbal keluarga, bahkan dia akui jika sering mengomsumsi tanaman daun sirih merah bersama keluarga. Namun setelah dia pelajari dari berbagai sumber, ternyata daun sirih merah mengandung zat anti oksidan yang sangat tinggi.

"Dari hasil pencarian dari berbagai sumber kami peroleh kesimpulan, ternyata daun sirih merah mengandung senyawa plakonoid dan alkanoid yang bisa menghambat pertumbuhan sel kanker," urainya.

Drs Ikhwan Matu, MPd

Kedua senyawa ini katanya, bertindak sebagai anti oksidan, yang fungsinya selain dapat mencegah sel kanker, juga dapat mengobati berbagai macam penyakit. Dari sinilah lanjutnya kami berinisiatif membuat minuman herbal dari daun sirih merah.

"Kedepannya kami berharap agar hasil temuan ini dapat diproduksi secara massal demi membantu mereka yang kurang mampu," imbuhnya.

Selain daun sirih merah, ada juga jenis tumbuhan lain yang digunakan untuk menyempurnakan karya ini, yakni kayu manis. Kayu manis fungsinya dalam minuman herbal ini, selain untuk menyamarkan bau dan rasa dari daun sirih, kayu manis bisa juga sebagai obat diabetes serta dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.

"Minuman herbal ini dapat dikumsumsi satu sachet dalam satu hari. Satu sachet dapat diseduh kedalam 250 ml air panas," katanya sambil mencontohkan cara menyeduh teh daun sirih ini.

Sementara Kepala UPT SMAN 7 Pinrang, Drs Ikhwan Matu, MPd saat mendampingi kedua siswinya mengatakan, hasil karya siswi ini juara 1 dalam lomba kreasi inovatif yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pinrang. Atas prestasi ini kata Ikhwan, kedua siswinya mendapatkan sertifikat dan uang pembinaan Rp 4 juta dari Pemerintah Kabupaten Pinrang. Itu semua berkat ketekunan siswa dan bimbingan guru-gurunya, terkhusus Sitti Nuraeni dan Bunga Gautani.

"In sha Allah, jika ada event tingkat nasional, hasil karya anak daerah Kabupaten Pinrang ini akan kami ikutkan kembali dalam lomba," urai Ikhwan Matu.

Kedua siswi pencetus minuman obat anti kanker ketika mempraktekkan cara meracik teh herbal Redota

Menurut Ikhwan, tim juri saat lomba ini adalah dari Balitbang Provinsi Sulsel, yang merupakan Doktor dan Dokter serta dari bidang ilmu yang mumpuni, sehingga keluarnya hasil karya anak siswinya ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi oleh semua pihak.

"Kedepannya, saya punya pemikiran untuk membuka sebuah warung minuman sejenis cafe di Pinrang ini, yang menunya adalah "Redota" minuman herbal teh dari daun sirih ini serta minuman herbal lainnya," beber Ikhwan Matu.

Selain itu, karena bahan baku daun sirih merah ini masih terbatas, maka dia punya perencanaan untuk membuka lahan perkebunan khusus untuk tanaman daun sirih merah. Mengapa, karena  jika ingin diproduksi secara massal maka akan dibutuhkan banyak bahan baku dari daun sirih merah ini.

"Meskipun ingin diproduksi secara massal tapi bahan baku kurang maka akan terkendala juga, maka pembukaan lahan perkebunan tanaman ini merupakan suatu keharusan," akunya.

Selain itu kedepannya tambah Ikhwan, pihaknya berencana akan mempatentkan "Redota" nama hasil karya anak kita ini di lembaga Hak Kekayaan Intelektual Indonesia (Haki) agar tidak dicaplok oleh orang atau kelompok lain. (wis) 
Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

Click here for comments 4 komentar:

  1. Mantap terus berkarya untuk bangsa,,semoga bisa mnjadi acuan buat siswa yg lain

    BalasHapus
  2. Good luck yh dek, salam dari kami Sidrap ini merupakan karya yang aktual dan bagi masyarakat banyak memerlukan herbal yg memiliki kualitas baik demi kesehatan soal pemerintah memilih jalan yg salah BPJS kini naik membuat warga ekonomi yg minimalis tdk bisa berobat ke rmh skt atau puskesmas..

    BalasHapus
  3. Saua. Mau boleh minta nomornya

    BalasHapus
  4. mantabbb karya anak daerah

    BalasHapus
3160458705819572409