Disusun oleh: Junardi, Mahasiswa STKIP Tomakaka Tiwikrama
Profesi guru merupakan salah satu profesi sarat dengan tanggung jawab moral dan sosial. Guru tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pembelajaran, tetapi juga diharapkan menjadi tauladan sikap, nilai, dan prilaku bagi peserta didik. Dalam menjalankan perannya, guru kerap dihadapkan pada berbagai situasi yang memunculkan dilema etika, yakni kondisi ketika dua pilihan sama-sama mengandung nilai kebenaran, namun tidak mungkin dijalankan secara bersamaan.
Salah satu dilema etika yang sering dialami guru adalah dalam proses penilaian hasil belajar siswa. Disatu sisi, guru harus menjunjung tinggi kejujuran dan objektivitas sesuai prinsip profesionalisme. Namun, disisi lain guru juga dihadapkan pada tekanan sosial baik dari pihak sekolah maupun orangtua, agar siswa tetap memperoleh nilai yang memungkinkan mereka naik kelas atau lulus. Dalam situasi ini, keputusan guru seringkali dipersepsikan sebagai kurang empatik jika tetap berpegangan pada standar akademik yang berlaku. Selain itu, dilema juga muncul ketika guru harus menegakkan disiplin terhadap siswa yang melanggar aturan, tetapi memiliki latar belakang keluarga atau kondisi sosial yang memprihatinkan.
Penegakan aturan yang terlalu kaku dapat dianggap mengabaikan nilai kemanusiaan, sedangkan kelonggaran yang berlebihan berpotensi merusak wibawa dan konsistensi pendidikan. Guru dituntut untuk bijaksana dalam menyeimbangkan aturan dengan empati tanpa mengorbankan tujuan pendidikan.
Perkembangan teknologi dan media sosial turut memperluas ruang dilema etika bagi guru. Interaksi guru dengan siswa di dunia digital menuntut batasan profesianal yang jelas. Kedekatan yang berlebihan dapat menimbulkan kesalahpahaman, bahkan mencederai citra profesi guru. Oleh karna itu, profesionalisme guru tidak hanya diuji diruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan digital sehari-hari.
Menurut pandangan penulis, dilema etika tidak seharusnya dipandang sebagai kelemahan profesi guru, melainkan sebagai bukti kompleksitas peran guru dalam masyarakat. Profesionalisme guru justru tercermin dalam kemampuannya mengambil keputusan yang bertanggung jawab, berlandaskan kode etik, nilai pendidikan, serta kepentingan terbaik bagi peserta didik.
Dengan demikian, penguatan pemahaman tentang etika profesi guru menjadi hal yang sangat penting. Dukungan dari sekolah, masyarakat, dan pemerintah juga diperlukan agar guru tidak dibiarkan menghadapi dilema etika secara individual. Guru yang profesional adalah guru yang mampu berdiri teguh pada prinsip, namun tetap memiliki kepekaan sosial dan kemanusiaan dalam setiap keputusan yang diambil. (*)

Posted by 

Emoticon