BLANTERVIO103

Masihkah Profesi Guru Menjadi Pilar Moral Bangsa di Tengah Krisis Profesionalisme?

Masihkah Profesi Guru Menjadi Pilar Moral Bangsa di Tengah Krisis Profesionalisme?
Senin, 26 Januari 2026

 


Sidrap, lenteramerahnews.co.id

Profesi guru selama ini diposisikan sebagai ujung tombak pendidikan dan pembentukan karakter bangsa. Namun, di tengah perubahan sosial yang cepat, tuntutan administratif yang menumpuk, serta sorotan publik yang kian tajam, peran guru menghadapi berbagai tantangan serius. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah profesi guru masih memiliki ruang ideal untuk menjalankan misi pendidikannya secara utuh? 


Berbagai persoalan yang menimpa dunia pendidikan menunjukkan bahwa profesi guru tidak lagi sekadar menghadapi tantangan pedagogis, tetapi juga krisis identitas dan profesionalisme. Guru dituntut menjadi pendidik, administrator, teladan moral, sekaligus penyesuai kebijakan yang sering berubah. Situasi ini menimbulkan ketegangan antara idealisme profesi dan realitas lapangan yang dihadapi setiap hari. 


Dalam praktiknya, banyak guru terjebak pada beban administratif yang mengurangi fokus pada proses pembelajaran. Penilaian kinerja yang lebih menekankan aspek teknis dibandingkan kualitas relasi edukatif membuat profesi guru rentan kehilangan makna substansialnya. Di sisi lain, masih terdapat persoalan kesejahteraan, perlindungan hukum, serta rendahnya kepercayaan publik akibat kasus-kasus yang mencoreng citra profesi guru. 


Meski demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa guru tetap memegang peran strategis dalam membentuk generasi yang kritis, beretika, dan berkarakter. Masa depan profesi guru sangat bergantung pada keberanian melakukan refleksi kritisbaik oleh guru itu sendiri, lembaga pendidikan, maupun negara untuk menata ulang sistem pendidikan yang lebih manusiawi, adil, dan berorientasi pada mutu. 


Refleksi kritis terhadap profesi guru bukanlah bentuk pesimisme, melainkan langkah awal untuk menyelamatkan martabat dan masa depan pendidikan. Jika guru terus dibebani tanpa dukungan yang memadai, maka krisis profesionalisme akan semakin dalam. Oleh karena itu, pertanyaan tentang masa depan profesi guru harus dijawab melalui kebijakan yang berpihak, peningkatan kualitas, serta penghargaan yang layak terhadap peran guru sebagai penjaga nilai dan peradaban bangsa. 


Nama : Ummu Sabila Mussyagina 

Nim : 25305101020

Prodi : bahasa Indonesia STKIP Tomaka Tiwikrama 

Angkatan : 2025

Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

3160458705819572409