BLANTERVIO103

Zulkifli Harumkan SDN 10 Benteng, Sabet Juara Terbaik I Lomba Poster HAB Kemenag Sidrap

Zulkifli Harumkan SDN 10 Benteng, Sabet Juara Terbaik I Lomba Poster HAB Kemenag Sidrap
Sabtu, 31 Januari 2026

 


SIDRAP, lenteramerahnews.co.id — Komitmen terhadap penguatan karakter dan moderasi beragama mengantarkan Zulkifli, Kepala UPT SD Negeri 10 Benteng, meraih Juara Terbaik I pada Lomba Desain Poster Penguatan Karakter di Sekolah bagi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI). Prestasi tersebut diumumkan pada malam ramah tamah Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia yang dirangkaikan dengan pengumuman hasil Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Kemenag Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kegiatan berlangsung di Mogan Food Court, Pangkajene, Jumat, 30 Januari 2026, dan dihadiri jajaran Kementerian Agama, guru, serta insan pendidikan se-Kabupaten Sidrap.

Melalui karya poster bertema PAMMASE (Penguatan Karakter Murid melalui Penerapan Moderasi Beragama pada Satuan Pendidikan), Zulkifli berhasil memikat perhatian dewan juri di tengah persaingan ketat. Lomba ini diikuti oleh 102 Guru Pendidikan Agama Islam dari berbagai jenjang pendidikan—mulai SD, SMP, hingga SMA/sederajat—yang mencerminkan tingginya komitmen pendidik dalam membangun karakter generasi muda.



Penyerahan sertifikat dan apresiasi kepada para pemenang dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidenreng Rappang, H. Fitriadi, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag Sidrap Muslimin Mukhtar, serta Ketua DPD AGPAI Sidrap Abdul Rahman.

Dalam posternya, Zulkifli menekankan pentingnya penguatan karakter murid yang berlandaskan nilai-nilai moderasi beragama—adil, toleran, seimbang, dan saling menghargai. Nilai-nilai tersebut diterjemahkan ke dalam praktik nyata di sekolah melalui pembiasaan sikap saling menghormati, kerja sama antarmurid, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman, damai, dan inklusif.

“PAMMASE kami maknai sebagai rahmat. Nilai-nilai ini penting ditanamkan sejak dini agar murid mampu hidup rukun di tengah perbedaan,” ujar Zulkifli.

Dewan juri menilai karya Zulkifli unggul karena pesan yang disampaikan jelas, relevan dengan konteks pendidikan lintas jenjang, serta dikemas secara komunikatif dan inspiratif. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama pribadi dan sekolah, tetapi juga diharapkan menjadi pemantik semangat bagi guru dan satuan pendidikan lainnya untuk terus mengembangkan pendidikan karakter dan penguatan moderasi beragama di sekolah. (Wis) 

Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

3160458705819572409