BLANTERVIO103

Abrasi Kian Memperihatinkan, Jalan Utama Desa Pangiang Pasangkayu Terancam Putus

Abrasi Kian Memperihatinkan, Jalan Utama Desa Pangiang Pasangkayu Terancam Putus
Jumat, 27 Maret 2026

 


Pasangkayu.Lenteramerahnews.co.id.– Kondisi jalan provinsi di Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, kini berada di ambang kerusakan parah. Mirisnya abrasi pantai itu telah berlangsung selama lima tahun. 


Terkait hal itu, Kepala Desa Pangiang, Rizal, mengungkapkan bahwa situasi ini terus memburuk dari tahun ke tahun. Jika sebelumnya abrasi hanya menggerus bibir pantai, kini gelombang laut telah merangsek masuk hingga ke badan jalan, bahkan melintasi ke sisi seberang saat cuaca ekstrem. 


“Sekarang bukan lagi ancaman, tapi sudah kejadian. Air laut masuk ke jalan, bahkan saat pasang tinggi bisa menyeberang ke sisi lain. Ini sangat berbahaya,” ujar Rizal dengan nada prihatin. 


Jalan tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan Pasangkayu dengan akses pelabuhan Tanasa menuju  menuju Palu, Sulawesi Tengah. Jika kerusakan terus dibiarkan, potensi jalur ini akan terputus total, mengisolasi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. 


Upaya darurat yang dilakukan warga bersama pemerintah desa pemasangan karung berisi pasir sebagai penahan gelombang hanya bertahan sementara. Konstruksi sederhana itu dengan mudah dihancurkan oleh terjangan ombak, menyisakan kerusakan yang semakin meluas. 


“Sudah beberapa kali kami gotong royong pasang penahan dari karung pasir, tapi tidak bertahan lama. Ombak besar langsung menghancurkan,” tambah Rizal. 


Ancaman tidak hanya menyasar jalan dan tanggul, tetapi  tambak udang dan empang milik warga yang berada di sekitar pesisir kini berada dalam risiko tinggi. Jika abrasi terus berlanjut, sumber penghidupan masyarakat setempat bisa hilang dalam waktu singkat. 


Yang lebih memprihatinkan, laporan dan keluhan warga disebut telah berulang kali disampaikan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum Pasangkayu hingga Balai Wilayah Sungai di Palu. Namun hingga kini, belum ada tindakan nyata maupun kepastian penanganan. 


“Kami sudah sampaikan berkali-kali, tapi belum ada respon. Sementara kondisi di lapangan semakin parah,” tegas Rizal. 


Situasi semakin mencekam saat cuaca ekstrem melanda. Air laut kerap meluap hingga menutupi seluruh badan jalan, menyebabkan banjir rob dan membuat jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan. Aktivitas warga pun lumpuh, sementara risiko kecelakaan meningkat drastis. 


Kondisi abrasi diketahui,  pasalnya sudah kerap kali dilalui pejabat karena menjadi jalan utama. Namun hingga saat ini, belum ada tindak lanjut konkret terhadap kondisi darurat yang dihadapi warga. 


Kini, masyarakat Desa Pangiang hanya bisa berharap adanya perhatian serius dan tindakan cepat dari pemerintah sebelum kerusakan berubah menjadi bencana yang lebih besar.(*)

Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

3160458705819572409