Sidrap, lenteramerahnews.co.id -Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas), Muh. Yusril Hidayat Masnur, dari Jurusan Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Unhas, melaksanakan program kerja bertajuk “Pembuatan Profil Desa Berbasis Narasi Sejarah” di Desa Tonronge, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Program ini bertujuan untuk mengenang dan mendokumentasikan sejarah serta potensi Desa Tonronge, sehingga masyarakat dapat memahami dan menghargai identitas mereka sendiri sebagai bagian dari warisan yang berharga.
Menurut Yusril, identitas merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat yang tidak boleh terputus oleh perkembangan zaman.
“Identitas merupakan bagian dari jati diri masyarakat. Melacak sejarah adalah upaya merawat identitas tersebut. Desa Tonronge memiliki sejarah yang kaya, dan hal ini perlu dilestarikan untuk generasi selanjutnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penyusunan profil desa berbasis narasi sejarah ini dilakukan melalui pengumpulan data, wawancara dengan tokoh masyarakat, serta penelusuran sumber-sumber sejarah lokal. Narasi yang disusun tidak hanya memuat perjalanan sejarah desa, tetapi juga menggambarkan potensi sosial dan budaya yang menjadi kekuatan masyarakat Tonronge.
Hasil dari program ini dituangkan dalam bentuk Buletin Sejarah Desa Tonronge yang kemudian diserahkan secara resmi kepada Kepala Desa Tonronge, Ilyas, H., S.IP, dalam kegiatan ramah tamah pada 11 Februari 2026.
Penyerahan buletin tersebut menjadi simbol kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa dalam upaya mendokumentasikan serta menjaga warisan sejarah lokal. Diharapkan, profil desa berbasis narasi sejarah ini dapat menjadi referensi bagi masyarakat, sekaligus sumber pembelajaran bagi generasi muda agar tetap mengenal akar sejarahnya.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unhas dalam memperkuat kesadaran sejarah dan identitas lokal sebagai fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan. (*wis)

Posted by 

Emoticon