BLANTERVIO103

Selviana Putri Angkat Budaya Tabe’ Bugis dalam Seminar Proposal Skripsi di UMS Rappang

Selviana Putri Angkat Budaya Tabe’ Bugis dalam Seminar Proposal Skripsi di UMS Rappang
Selasa, 17 Maret 2026


SIDRAP, lenteramerahnews.co.id — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Selviana Putri, kembali melaksanakan kegiatan akademik berupa Seminar Proposal Skripsi pada Selasa, 17 Maret 2026, bertempat di Ruang Ujian B.07.

Dalam kesempatan tersebut, Selviana mempresentasikan proposal penelitiannya yang berjudul “The Role of Bugis Tabe’ Culture in Enhancing Politeness Strategies in English Classrooms at SDIT Al-Iman Uluale, Sidrap.” Penelitian ini mengkaji peran budaya lokal Bugis, khususnya konsep tabe’ sebagai simbol kesantunan, dalam memperkuat strategi kesopanan (politeness) pada pembelajaran bahasa Inggris di kelas.

Seminar ini dihadiri oleh tim penguji dan pembimbing yang terdiri dari Prof. Dr. Usman M. selaku Ketua Penguji, Dr. Ibrahim Manda sebagai Sekretaris Penguji, Dr. Sam Hermansyah sebagai Pembimbing Utama, Sitti Aisa sebagai Pembimbing Kedua, serta Nurul Faradillah sebagai Anggota Penguji.



Dalam pemaparannya, mahasiswa menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Konsep tabe’ dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa yang santun, sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi dalam bahasa asing secara kontekstual.

Diskusi selama seminar berlangsung aktif dengan berbagai masukan, saran, serta kritik konstruktif dari para penguji guna menyempurnakan proposal penelitian sebelum memasuki tahap penelitian lebih lanjut.

Sebagai pembimbing utama, Dr. Sam Hermansyah menyampaikan harapannya agar penelitian ini tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata dalam dunia pendidikan.



Menurutnya, integrasi nilai budaya lokal seperti tabe’ sangat penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara linguistik, tetapi juga memiliki etika dan kesantunan dalam berkomunikasi.

Ia juga berharap penelitian tersebut dapat dikembangkan secara lebih mendalam dan sistematis sehingga menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas serta berpotensi dipublikasikan pada jurnal bereputasi.

Dengan mengangkat kearifan lokal Bugis dalam pembelajaran bahasa Inggris, penelitian ini diharapkan mampu menjadi referensi inovatif dalam pengembangan model pembelajaran berbasis budaya di lingkungan pendidikan, khususnya di Kabupaten Sidenreng Rappang. (*wis) 

Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

3160458705819572409