Sidrap, lenteramerahnews.co.id – Memasuki pekan ketiga kegiatan Sekolah Ramadan, guru Pendidikan Agama Islam UPT SD Negeri 1 Tonronge, Mutmainnah Mahluddin, S.Pd., menghadirkan inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi Smart TV agar proses belajar tetap menarik meski siswa sedang menjalankan ibadah puasa.
Menurut Mutmainnah, menjaga fokus peserta didik saat berpuasa memang menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, ia berupaya menghadirkan metode pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan menyenangkan.
“Sebagai guru, kita dituntut untuk terus berinovasi. Di tengah suasana berpuasa yang membuat siswa mudah lelah, saya mencoba memanfaatkan Smart TV agar pembelajaran tetap hidup dan menarik,” ujarnya.
Setiap pagi, kegiatan belajar diawali dengan Gerakan Mengaji Harian. Melalui layar Smart TV, siswa bersama-sama mendengarkan dan mengikuti bacaan Al-Qur’an dengan surah yang berbeda setiap harinya. Metode visual dan audio tersebut dinilai membantu siswa melafalkan ayat suci dengan tajwid yang benar sekaligus menenangkan suasana kelas sebelum pembelajaran dimulai.
Pada pekan ini, Mutmainnah juga melakukan evaluasi materi dengan cara yang berbeda. Ia memanfaatkan aplikasi Wordwall yang diakses melalui peramban Google di Smart TV untuk membuat kuis interaktif bagi siswa.
Metode tersebut disambut antusias oleh para peserta didik. Mereka tampak bersemangat menjawab pertanyaan yang muncul di layar, sehingga suasana evaluasi yang biasanya terasa tegang berubah menjadi lebih santai dan penuh semangat kompetisi yang sehat.
“Tentu setiap jawaban tetap kami bahas bersama agar pemahaman materi tetap tepat dan siswa benar-benar mengerti,” jelasnya.
Sebagai penutup kegiatan belajar, siswa diajak menonton film pembentuk karakter yang menghibur sekaligus memberikan pesan moral. Hal ini dilakukan agar peserta didik pulang dengan perasaan senang dan tetap memiliki motivasi untuk kembali belajar keesokan harinya.
Mutmainnah berharap inovasi pembelajaran tersebut dapat membuat suasana belajar di bulan Ramadan tetap menyenangkan dan bermakna.
“Bagi saya, bulan puasa bukan alasan untuk menjadi lemah. Justru di tengah rasa haus dan lapar, seorang guru harus tetap menunjukkan semangat untuk berbagi ilmu dan terus berinovasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala UPT SD Negeri 1 Tonronge, Wahyu Hafiz Bumi Saputra, S.Pd., M.Pd, memberikan apresiasi atas kreativitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang menarik bagi siswa.
“Luar biasa, Saya senang melihat anak-anak antusias belajar meski sedang berpuasa. Pemanfaatan teknologinya keren sekali. Terima kasih sudah menghidupkan suasana kelas dengan cara yang menyenangkan,” ungkapnya. (*wis)

Posted by 



Emoticon