Pasangkayu.Lenteramerahnews.co.id.
Seorang siswa kelas II SMA di Desa Letawa, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, bernama Marigun (17 thn), membutuhkan bantuan dan uluran tangan untuk pembelian kaki palsu usai amputasi kaki sebelah akibat kecelakaan pada november 2024 lalu.
Saat ditemui di kediamannya, Marigun tampak tetap tegar meski harus beraktivitas dengan keterbatasan.
Ia terlihat lebih banyak berbaring dan sesekali dibantu keluarga untuk berpindah tempat.
Berdasarkan keterangan orang tuanya, Marigun mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan trans, Desa Letawa. Marigun tertabrak mobil jenis Avanza ketika pulang sekolah dalam kondisi hujan, yang mengakibatkan kaki kirinya harus diamputasi.
Untuk penanganan medis, Marigun, sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Palu selama berbulan-bulan.
Biaya pengobatan yang dikeluarkan pun tidak sedikit, mengingat lamanya masa perawatan yang harus dijalani.
Ayah Marigun, Darwis, mengaku kondisi ekonomi keluarga kini semakin sulit.
Ia yang sehari-hari bergantung pada hasil kebun sawit, sudah tidak lagi mampu bekerja berat secara maksimal.
“Biaya pengobatan kemarin sudah sangat besar. Sekarang kami masih harus menyiapkan biaya untuk operasi pencabutan pen di kaki kanan Marigun,” ujar Darwis saat ditemui.
Selain itu, kebutuhan mendesak lainnya adalah pembelian kaki palsu untuk membantu Marigun kembali beraktivitas. Namun, harga kaki palsu yang mencapai Rp75 juta menjadi beban berat bagi keluarga.
“Untuk kaki palsu, sampai sekarang belum ada dana yang terkumpul sama sekali,” ungkapnya.
Darwis pun berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun para dermawan untuk meringankan beban keluarganya, khususnya dalam pengadaan kaki palsu bagi anaknya.
Meski dalam kondisi terbatas, semangat Marigun untuk melanjutkan pendidikan tidak surut.
Ia tetap bersekolah dan bahkan mendapatkan beasiswa dari pihak sekolah.
Dalam kesehariannya, Marigun masih sangat bergantung pada bantuan keluarga, terutama ayah dan saudara-saudaranya.
Untuk aktivitas dasar seperti ke kamar mandi, ia harus digendong.
Marigun diketahui merupakan anak kelima dari 11 bersaudara.
Keluarga berharap, dengan adanya bantuan dari berbagai pihak, Marigun dapat segera memiliki kaki palsu dan kembali menjalani aktivitas seperti remaja seusianya.(*)

Posted by 


Emoticon