Sidrap, lenteramerahnews.co.id — Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengajuan Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) Tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Ahad (3/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang ini bertujuan meningkatkan mutu, daya saing, serta tata kelola perguruan tinggi swasta (PTS), khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.
Sejumlah PTS turut ambil bagian dalam kegiatan ini, di antaranya Universitas Muhammadiyah Bone, Institut Cokroaminoto Pinrang, Universitas Muhammadiyah Sinjai, Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Sidrap, Universitas Muhammadiyah Barru, Institut Andi Sapada, STKIP DDI Pinrang, serta Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatima Parepare.
Tim pendamping dari Kemendikti Saintek yang hadir antara lain Suparto, Dwi Santoso, dan M. Mukhsin Jamil. Dari pihak UMS Rappang, kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor I Rais Rahmat Razak bersama jajaran pimpinan, dekan, kaprodi, dan dosen.
Wakil Rektor I UMS Rappang, Rais Rahmat Razak, menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi peningkatan kualitas perguruan tinggi swasta, khususnya dalam penguatan fasilitas dan media pembelajaran.
“Kegiatan ini sangat penting bagi PTS dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Alhamdulillah, pada 2025 lalu, Prodi Ilmu Pemerintahan UMS Rappang berhasil lolos dalam program ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 UMS Rappang kembali mengusulkan dua program studi, yakni Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi.
“Kami berharap proposal yang diajukan tahun ini dapat disetujui oleh Kemendikti Saintek,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan tim pendamping, Dwi Santoso, menjelaskan bahwa program PP-PTS merupakan upaya pemerintah dalam memperkuat kapasitas PTS di seluruh Indonesia, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Melalui bimtek ini, kami mendampingi perguruan tinggi agar mampu menyusun proposal sesuai panduan yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Ia menyebutkan, pendampingan ini ditargetkan mampu meningkatkan kualitas proposal, dengan harapan sekitar 80 persen peserta dapat menghasilkan proposal yang layak dan berpeluang mendapatkan hibah.
“Bantuan dari program ini sangat penting untuk pengembangan PTS, terutama dalam peningkatan fasilitas dan kualitas proses pembelajaran,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti puluhan perguruan tinggi swasta di Sulawesi Selatan. Sebelumnya, bimtek serupa telah dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Mataram dan Semarang, serta direncanakan berlanjut di Jakarta guna menjangkau PTS di wilayah Jawa Barat. (*)

Posted by 


Emoticon