BLANTERVIO103

UMS Rappang Hadirkan Dosen Internasional, Bahas Kesantunan Berbahasa dan Sosialisasi Beasiswa Ph.D

UMS Rappang Hadirkan Dosen Internasional, Bahas Kesantunan Berbahasa dan Sosialisasi Beasiswa Ph.D
Selasa, 05 Mei 2026

 


Sidrap,lenteramerahnews.co.id — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang menghadirkan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan dan Universitas Muhammadiyah Malaysia, Dwi Santoso, dalam kegiatan kuliah pakar yang dirangkaikan dengan sosialisasi beasiswa doktoral (Ph.D).

Kegiatan yang berlangsung di Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang ini mengusung tema “Kesantunan Berbahasa: Kunci Sukses dalam Arena Politik Indonesia”. Peserta berasal dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP, dan turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai Wakil Rektor I hingga IV, dekan, wakil dekan, serta dosen.

Dekan FISIP UMS Rappang, Erfina, menjelaskan bahwa kegiatan ini mencakup dua agenda utama, yakni kuliah pakar dan sosialisasi peluang studi lanjut jenjang doktoral di Universitas Muhammadiyah Malaysia.



“Tujuan kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan akademik kepada mahasiswa, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dosen melalui kesempatan melanjutkan studi S3,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui kuliah pakar tersebut mahasiswa didorong memahami pentingnya kesantunan berbahasa, baik di lingkungan akademik maupun dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di ranah politik.

Dalam pemaparannya, Dwi Santoso menegaskan bahwa kesantunan berbahasa merupakan strategi efektif dalam komunikasi politik. Ia menyinggung konsep “dipangku mati”, yakni pendekatan komunikasi yang santun untuk meredam konflik tanpa harus bersikap agresif.

Sementara itu, Wakil Rektor I UMS Rappang, Rais Rahmat Razak, menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi politik saat ini.

“Mahasiswa perlu memahami bahwa dalam berpolitik juga ada etika dan sopan santun yang harus dijunjung tinggi, apalagi dalam budaya Bugis yang menjunjung nilai sipakatau dan sipakalebbi,” ujarnya.

Selain kuliah pakar, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan peluang beasiswa doktoral bagi dosen UMS Rappang melalui kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malaysia.

“Kami berharap para dosen dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualifikasi akademik mereka,” tambahnya.

Turut hadir, Rektor Universitas Muhammadiyah Barru, Andi Fiptar Abdi Alam, yang mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai tema kesantunan berbahasa sangat penting di tengah dinamika politik yang kerap mengabaikan etika komunikasi.

“Kesantunan berbahasa saat ini mulai memudar, khususnya di ruang-ruang politik. Karena itu, kegiatan seperti ini menjadi momentum penting untuk mengedukasi mahasiswa dan dosen agar tetap menjunjung tinggi nilai adab dalam berkomunikasi,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa terus digelar guna memperkuat kualitas akademik sekaligus karakter civitas akademika dalam menghadapi tantangan sosial dan politik ke depan. (*wis) 

Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

3160458705819572409