BLANTERVIO103

Diduga Jadi Korban Penipuan, Emas Warga Benteng Raib

Diduga Jadi Korban Penipuan, Emas Warga Benteng Raib
Sabtu, 12 September 2026

 

Sidrap, lenteramerahnews.co.id — Seorang perempuan berusia 23 tahun, Asma Azis, warga Lingkungan Callaccu, Kelurahan Benteng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), diduga menjadi korban penipuan dengan modus hipnotis.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah perhiasan emas milik korban raib setelah diduga diserahkan kepada seseorang yang datang ke rumahnya menggunakan sepeda motor. 

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 10 September 2026, sekitar pukul 10.00 WITA, di rumah korban yang berada di Jalan Poros Pare-Rappang, Kelurahan Benteng, Kecamatan Baranti.

Berdasarkan surat tanda terima laporan yang diterbitkan Polsek Baranti, korban melaporkan kejadian tersebut sehari kemudian, Jumat, 11 September 2026, sekitar pukul 11.15 WITA.

Dalam laporannya, korban menerangkan bahwa seseorang datang ke rumahnya. Dalam kondisi yang menurut korban seperti tidak sadar, ia kemudian menyerahkan perhiasan emas miliknya kepada orang tersebut.

Perhiasan yang dilaporkan hilang terdiri atas tiga buah cincin emas dan satu buah gelang emas.

Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Baranti, Polres Sidrap. Laporan diterima oleh Ka SPK I/A Aiptu Syamsul dan tercatat dengan nomor STTL/41/IX/2026/Sek Baranti.

Dugaan modus hipnotis tersebut kini menjadi perhatian karena korban mengaku menyerahkan sendiri barang berharganya kepada orang yang datang ke rumah. Meski demikian, dugaan hipnotis maupun tindak pidana penipuan tersebut masih memerlukan pendalaman dan pembuktian oleh pihak kepolisian.

Kasus Pencurian Sebelumnya Belum Terungkap

Kejadian tersebut juga menambah perhatian terhadap keamanan di kawasan yang sama. Sebelumnya, pada Juni 2026, terjadi kasus pencurian di sebuah kios milik Hj. Intang di lokasi yang disebut tidak jauh dari tempat kejadian.

Dalam kasus tersebut, sejumlah perhiasan emas dan uang tunai dilaporkan hilang. Kasus itu juga telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Korban bahkan disebut telah menyerahkan rekaman CCTV sebagai bahan pendukung penyelidikan. Namun, menurut informasi dari pihak korban, kasus tersebut hingga kini belum diketahui perkembangannya.

Dua kejadian tersebut belum dapat dipastikan memiliki keterkaitan. Karena itu, diperlukan penyelidikan kepolisian untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kasus pencurian sebelumnya dengan dugaan penipuan yang dialami Asma Azis.

Warga berharap laporan tersebut dapat segera ditindaklanjuti dan setiap informasi maupun rekaman yang dimiliki korban dapat menjadi petunjuk bagi kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut. (*) 

Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

3160458705819572409