BLANTERVIO103

UNM Latih Guru PPKn se-Sidrap Gunakan Media Interaktif, Perkuat Wawasan Kebhinekaan Global

UNM Latih Guru PPKn se-Sidrap Gunakan Media Interaktif, Perkuat Wawasan Kebhinekaan Global
Rabu, 02 September 2026


Sidrap, lenteramerahnews.co.id — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Makassar (LP2M UNM) kembali mendorong peningkatan kompetensi guru melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan yang digelar di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Senin (15/6/2026), menyasar guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) tingkat SMP dan SMA/SMK.

Rangkaian PKM tersebut dikemas dalam dua sesi yang saling melengkapi. Sesi pertama berupa pelatihan media pembelajaran interaktif berbasis karakter dan nilai multikultural, sedangkan sesi kedua diisi dengan sosialisasi diklat kebhinekaan global dalam proses pembelajaran PPKn bagi guru SMP dan SMA swasta se-Kabupaten Sidrap.

Program tersebut digagas untuk menjawab tantangan pembelajaran PPKn di tengah perkembangan teknologi dan semakin kompleksnya kehidupan sosial masyarakat.

Tim pengabdi melihat masih terdapat guru yang belum sepenuhnya terampil dalam merancang media pembelajaran digital interaktif yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pada saat yang sama, penguatan wawasan kebhinekaan global dinilai semakin penting agar pembelajaran PPKn tidak berhenti pada transfer pengetahuan.

PPKn diharapkan menjadi ruang untuk menanamkan nilai kebangsaan, toleransi, penghargaan terhadap keberagaman, serta kemampuan peserta didik menghadapi perubahan sosial akibat arus globalisasi.

Pada sesi pertama, peserta diperkenalkan dengan platform Wayground sebagai salah satu media pembelajaran interaktif yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.

Tidak sekadar mendapatkan pemaparan materi, para guru mengikuti demonstrasi dan praktik langsung bersama narasumber. Peserta diajak memahami cara kerja platform sekaligus mengeksplorasi penggunaannya untuk membuat pembelajaran PPKn menjadi lebih menarik dan partisipatif.

Pemanfaatan teknologi tersebut juga diarahkan agar tidak terlepas dari penguatan karakter dan nilai multikultural.

Dengan pendekatan tersebut, guru diharapkan mampu menghadirkan materi PPKn yang lebih kontekstual serta dekat dengan kehidupan siswa.

Sesi kedua difokuskan pada sosialisasi diklat kebhinekaan global. Sasaran kegiatan diperluas kepada guru-guru SMP dan SMA swasta se-Kabupaten Sidrap.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas penguatan kompetensi guru, sehingga pengembangan pembelajaran berbasis kebhinekaan tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah negeri.

Wawasan kebhinekaan global diharapkan dapat membantu guru membangun suasana pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap terbuka, toleran, saling menghargai, serta tetap memiliki pijakan kuat pada nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan.

Rangkaian kegiatan melibatkan tim pengabdi UNM bersama pihak sekolah dan unsur pimpinan LP2M UNM. Pimpinan LP2M turut hadir memberikan sambutan sekaligus memantau secara langsung pelaksanaan kegiatan.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Ruang pelatihan dipenuhi peserta, sementara sesi tanya jawab berlangsung aktif sepanjang kegiatan.

Para guru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali pengalaman dan solusi terkait pemanfaatan media digital serta penerapan nilai kebhinekaan dalam pembelajaran PPKn.

Tim pengabdi berharap program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial satu hari.

Guru peserta didorong untuk mengimplementasikan hasil pelatihan di sekolah, baik melalui pemanfaatan media pembelajaran interaktif berbasis Wayground maupun dengan mengintegrasikan wawasan kebhinekaan global dalam pembelajaran PPKn sehari-hari.

Dengan demikian, manfaat PKM UNM diharapkan tidak hanya dirasakan oleh para guru yang mengikuti pelatihan, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada peserta didik di berbagai sekolah di Kabupaten Sidenreng Rappang.

Sebab, keberhasilan sebuah pelatihan guru bukan hanya diukur dari apa yang diterima di ruang pelatihan, tetapi dari seberapa jauh pengetahuan tersebut berubah menjadi praktik dan kemudian dirasakan manfaatnya oleh siswa di ruang-ruang kelas. (Sud*) 

Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

3160458705819572409