BLANTERVIO103

Menkomdigi Meutya Hafid Tekankan Transformasi Kearsipan Digital untuk Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Menkomdigi Meutya Hafid Tekankan Transformasi Kearsipan Digital untuk Perkuat Tata Kelola Pemerintahan
Sabtu, 17 Oktober 2026

 

JAKARTA, lenteramerahnews.co.id – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa transformasi kearsipan digital merupakan fondasi penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.


Melalui penerapan prinsip T3, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berkomitmen menghadirkan pengelolaan data dan arsip yang terintegrasi untuk mendukung efisiensi program serta ketepatan pengambilan kebijakan di era kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).


Hal tersebut disampaikan Meutya dalam kegiatan Penyerahan Hasil Pengawasan Kearsipan Internal di Lingkungan Kementerian Komdigi bertema “Empowering the Future: Arsip Terhubung, Kinerja Tumbuh, Integritas Terjaga” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026).


Meutya menilai, kearsipan kerap dianggap sebagai tahapan akhir dalam pelaksanaan pekerjaan. Padahal, arsip memiliki peran strategis dalam memastikan setiap program berjalan sesuai target dan dapat dievaluasi secara terukur.


“Pengarsipan sering dianggap sebagai suatu proses yang berada paling ujung. Padahal, sebagaimana dalam lomba lari, yang paling penting adalah bagaimana kita mencapai garis finish,” ujar Meutya.


Menurutnya, arsip tidak sekadar menjadi rekaman kegiatan, tetapi juga merupakan dasar untuk mengevaluasi pencapaian target, menentukan kebijakan selanjutnya, mengefisienkan anggaran, serta mengidentifikasi hambatan dalam pelaksanaan program.


“Karena pencatatan yang akurat harus menjadi kebiasaan dalam setiap proses kerja. Bagi kami, pencatatan menjadi nomor satu. Data harus akurat, tidak boleh salah menyampaikan,” jelasnya.


Ia menjelaskan, prinsip Terhubung menekankan pentingnya integrasi data dan arsip agar dapat dimanfaatkan lintas unit kerja untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung pengambilan keputusan. Sementara itu, prinsip Tumbuh menjadikan arsip sebagai sumber pembelajaran organisasi melalui rekam jejak program, hasil evaluasi, dan dokumentasi pelaksanaan kebijakan.


Adapun prinsip Terjaga menegaskan pentingnya menjaga keamanan, keutuhan, kerahasiaan, serta keberlanjutan arsip sesuai ketentuan yang berlaku. Pengelolaan arsip harus memastikan informasi yang memiliki nilai guna tetap terpelihara, sedangkan pemusnahan arsip dilaksanakan berdasarkan klasifikasi, masa retensi, dan prosedur yang ditetapkan.


Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan artifisial, Meutya juga menekankan pentingnya kemampuan mengelola, memelihara, menghubungkan, dan mengolah data sebagai fondasi dalam pengembangan teknologi digital.


Ia berharap kegiatan penyerahan hasil pengawasan kearsipan internal tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh unit kerja Kementerian Komdigi dalam menempatkan kearsipan sebagai bagian integral dari pelaksanaan tugas, peningkatan kinerja, dan penguatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel. (*) 

Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

3160458705819572409