BLANTERVIO103

Hanya Hitungan Hari Selesai Dikerjakan, Atap Bangunan Laboratorium SMKN 5 Pinrang Ambruk

Hanya Hitungan Hari Selesai Dikerjakan, Atap Bangunan Laboratorium SMKN 5 Pinrang Ambruk
Kamis, 16 Januari 2020

bangunan labiratorium SMKN 5 Pinrang yang atapnya ambruk

PINRANG, LENTERAMERAHNEWS-- Sungguh ironis, jika proyek yang hanya beberapa hari setelah selesai dikerjakan harus rusak. Meskipun kerusakan itu disebabkan oleh angin kencang yang datang tiba-tiba hari Minggu lalu, 5 Januari 2020.
Proyek bangunan Laboratorium SMKN 5 Pinrang yang terletak di Pekkabata, Kecamatan Dumpanua ini baru selesai 5 hari sebelum atapnya beserta rangka baja ringan beterbangan. 

Menurut tukang bangunan yang dikonfirmasi, saat angin kencang itu datang secara tiba-tiba, kami sementara membersihkan bangunan laboratorium ini yang meluluh lantahkan bagian atap serta rangka yang terbuat dari baja ringan.

Kepala UPT SMKN 5 Pinrang, Munir, yang dihubungi melalui ponselnya membenarkan ambruknya atap bangunan laboratorium sekolah yang baru beberapa hari selesai dikerjakan.

"Atap beserta rangka semua ambruk disebabkan karena angin terlalu kencang 5 Januari 2020 lalu," kata Munir.

puing-puing rangka atap yang ambruk 

Untuk itu kata Munir, bangunan yang rusak itu sudah ditinjau Kepala Bidang Pendidikan dari Provinsi Sulawesi Selatan bersama tim. Mereka mereka mengerti kondisi kerusakan itu disebabkan karena bencana alam

"Tim dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel juga sudah meninjau bangunan ini dan memaklumi jika kerusakan diakibatkan karena angin kencang," jelasnya.

Ketika disinggung tentang papan proyek yang tak pernah terpasang saat pelaksanaan pembangunan berlangsung, Munir membantah dan menyatakan jika papan proyek pernah terpasang. Berbeda dengan pernyataan tukang bangunan yang menyatakan papan proyek memang tak pernah terpasang.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Wil X, Baharuddin Iskandar, S.Pd, M.Pd yang juga diihubungi via ponsel miliknya, membenarkan kejadian itu bahkan dia bersama kepala bidang pendidikan turun memantau bersama tim dari Provinsi Sulawesi Selatan.

"Benar, saya bersama tim dari provinsi sudah meninjau bangunan tersebut," ucap Baharuddin dari balik handphone.


Salah seorang pemerhati dan penggiat anti korupsi dari Forum Masyarakat Madani (Formad), Darwis Junudi saat dimintai tanggapannya terkait robohnya atap bangunan laboratorium SMKN 5 Pinrang ini mengatakan wajar-wajar saja jika pihak Diknas Provinsi Sulsel memaklumi kerusakan itu akibat angin kencang. Namun, perlu diperhatikan juga, ada bangunan lama pas disamping bangunan yang ambruk atapnya namun tetap berdiri kokoh.

"Kalau memang kerusakan karena angin, kenapa bangunan yang didekatnya tidak ikut rusak atapnya," kata dia.

Jadi, aparat penegak hukum diwilayah ini yakni kepolisian dan kejaksaan bisa melakukan penyelidikan atas bangunan ini, apakah sudah sesuai bestek dan Rencana Anggaran Belanja (RAB).

"Kualitas dan mutu bangunan patut dicurigai ada ketidak sesuaian dengan bestek dan RAB," kuncinya. (din)

Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

3160458705819572409