BLANTERVIO103

"Tepi Sawah" Ikon Kuliner Baru Sidrap

"Tepi Sawah" Ikon Kuliner Baru Sidrap
Selasa, 16 Februari 2021


SIDRAP, lenteramerahnews-- Meskipun terbilang baru, namun pengunjung Tepi Sawah Sidrap yang berada dijalan Poros Sidrap-Soppeng, Desa Tanete, Kecamatan Maritengngae ini sudah ramai. Bukan saja dari dalam Kabupaten Sidrap namun sudah merambah keluar daerah. 


Tepi Sawah yang Grand Openingnya dilakukan Kamis (7/1/2021) ini sudah mencatatkan dirinya sebagai ikon kuliner baru di Bumi Nene' Mallomo. Selain bisa menikmati kuliner khasnya, pengunjung juga memanfaatkan moment foto bareng dan selpi. Karena di lokasi ini terdapat ciri khas alat pertanian, seperti lesung dan topi petani yang disiapkan pengelola. Bahkan, wadah makan seperti piring, cerek dan cangkirnya pun bernuangsa pedesaan jaman dulu. 


"Pengunjung dari luar daerah seperti Palopo, Masamba, Wajo, Soppeng, Pinrang, Sulbar sudah banyak yang datang untuk menikmati kuliner kami, " kata Owner Tepi Sawah Sidrap, Muhammad Ferdhy Asdana saat wawancara dengan laman ini, Selasa, (16/2). 


Bahkan kata Ferdhi, sejumlah pejabat dari luar daerah sudah merasakan kuliner Tepi Sawah ini. Misal kata dia, Wakil Bupati Wajo, sejumlah Kepala Dinas dan Instansi dari Palopo dan Luwu Timur serta anggota legislatif dan pengusaha dari berbagai daerah. 

Ferdhy menjelaskan Tepi Sawah Sidrap ini dikemas secara sederhana dengan menu makanan yang Simple Tepi Sawah Sidrap ini menyediakan makanan seperti Nasi Ikan Laut dan Tawar, Ikan Kering, Udang Rica-rica, Bebek Goreng, Ayam Kampung Tepi Sawah, Perkedel dan Ayam Goreng plus Sop.


Selain ini ada juga Sayur seperti Kambu Paria, Cah Kangkung, Racca Mangga dan Lawa Bale, Kemudian untuk Minuman seperti Jus Apel, Melon, Jeruk Peras,  Es Lemon Serut, Es Poteng, Kopi Susu dan untuk Snack ada Ubi Goreng, Pisang Goreng dan Peppe.


Lanjut Ferdhy bahwa Warung ini dikemas dan diberi nama Tepi Sawah Sidrap dijadikan sebagai tempat makan suasana kampung karena, orang kota rindu dengan suasana kampung.


"Tepi Sawah Sidrap dalam bentuk konsep pertanian, Jadi suasananya seperti kita makan ditepian sawah," kata Ferdhy.



Ketika ditanyakan motivasinya untuk membuka usaha warung hingga menarik minat para pemburu kuliner ini, Ferdhy yang jebolan S1 dan S2 Unhas ini akui sudah memiliki ide tersebut sudah lama, namun baru bisa terealisasikan sekarang. 


"Ini juga pembelajaran bagi kaum muda milenial, berbuat saja karena semua tidak ada yang instant, semua butuh proses, termasuk dalam membuka usaha, " bebernya.


Bagi Ferdhy, kuliah hingga sarjana bukan saja untuk menjadi PNS. Karena PNS kata dia lowongan nya terbatas yang disiapkan pemerintah. Tapi kalau membuka usaha maka lowongannya sangat luas, tergantung bagaimana kita mengelolahnya. 


"Apapun usaha yang kita rintis dan memiliki satu karyawan saja, asal kita jadi bosnya, " akunya. 


Kedepannya kata dia, Tepi Sawah ini akan terus dikembangkan agar dapat menjadi idola dan menarik pecinta kuliner untuk datang ketempat ini. Meskipun tidak menyampaikan secara rinci bagaimana rencananya kedepan. 


"In Shaa Allah akan terus dikembangkan, Ini baru 20 persen. Terus ikuti saja perkembangannya, " urainya seraya tersenyum. (wis) 



Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

3160458705819572409