BLANTERVIO103

Buntut Pencopotan Atribut Ganjar, Divisi Hukum TPN: Kami Sangat Sayangkan Tindakan Tersebut

Buntut Pencopotan Atribut Ganjar, Divisi Hukum TPN: Kami Sangat Sayangkan Tindakan Tersebut
Selasa, 14 November 2023

 


Sulbar.Lenteramerahnews.co.id.

Pencopotan alat peraga dan atribut bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo direspon masyarakat. Muncul pernyataan dari warga di berbagai daerah yang mengikhlaskan rumahnya dipasangi baliho Ganjar Pranowo. 


Sejak kemarin foto dan video dari warga beredar di media sosial. Warga membuat tulisan di kain, kardus, dan kertas yang ditempel di pagar dan tembok rumah. 


Dalam sebuah video, warga di Kecamatan Ulujami, Pemalang, menyatakan kesiapan bila rumahnya dipasangi baliho Ganjar Pranowo. Lantaran ia merasa sedih baliho, spanduk, maupun banner Ganjar Pranowo banyak dicopoti oleh pihak tertentu. 


“Melihat banyaknya baliho Ganjar dicopotin, saya sangat sedih. Saya siap rumah saya untuk dipasang baliho Mas Ganjar. Silakan untuk dikirimkan ke Mas Ganjar. Terima kasih,” Katanya. 


Selain video, banyak pula foto-foto yang beredar berisi tulisan pada kertas atau media lainnya, berisi pernyataan senada. Misalnya, foto yang diambil dari sebuah rumah di wilayah Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar). Dalam foto itu terdapat tulisan: ‘Rumah ini sangat siap dipasangi baliho Ganjar-Mahfud’. 


Tak hanya beredar secara berantai melalui layanan perpesanan WhatsApp (WA), video dan foto serupa juga viral di media sosial (medsos), khususnya paltfrom X atau Twitter.  Misalnya Jhon Sitorus dengan akun @Miduk17 juga mengunggah video dan foto bernada serupa. 


Akun tersebut mengunggah foto dan video dengan caption: “Rakyat mulai CERDAS, Hati nurani BERGERAK, Baliho Ganjar DIBERANGUS dipinggir jalan, warga mulai BERGERAK dgn menghibahkan rumahnya sbg tempat BALIHO & Spanduk Ganjar Pranowo

Gerakan RAKYAT tak akan bisa dibendung oleh siapapun, termasuk keluarga KERAJAAN

#GanjarMahfud2024” 


Selain itu, akun @yusuf_dumdum juga mengunggah hal serupa. Ia memberi caption unggahannya: “Marak baliho dan poster Ganjar-Mahfud dicopotin aparat, rakyat ramai-ramai menyediakan rumah mereka untuk dijadikan tempat pemasangan baliho Ganjar-Mahfud.” 


Pada foto yang diunggah @yusuf_dumdum, terdapat gambar bertuliskan ‘silakan pasang baliho Ganjar di rumah saya. Biar bukan keluarga pejabat, tidak akan dicopot!!!’. Pada tag lokasi foto tersebut bertuliskan alamat: Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. 


Dari pantauan sosmed, warga yang mengunggah foto dan video berasal dari berbagai daerah. Diantaranya dari Cilincing Jakarta Utara dan Cengkareng Jakarta Barat. Ada juga dari Kota Baru Kalimantan Selatan. 


Banyak juga warga dari sejumlah daerah di Jawa Barat. Yakni Kuningan, Cirebon, Ciamis, Karawang, dan Tasikmalaya.  


Selain itu ada juga Jawa Tengah, misalnya Pati dan Pemalang. Juga Tuban dan Pasuruan di Jawa Timur. 


Sebelumnya, baliho Ganjar-Mahfud banyak dicopot oleh pihak tertentu di sejumlah daerah di Indonesia. Termasuk jelang kedatangan Ganjar di Pematang Siantar, Sumut. 


Dengan kejadian tersebut, Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-mahfud melalui Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis, menyayangkan aksi pencopotan tersebut. 


Todung mengatkan, aksi tersebut membuat banyak pihak marah, Sebab, aksi dari aparatur negara tersebut mencederai demokrasi. 


"Begitu banyak kejadian yang mencederai proses demokrasi, Kami sangat kesal dan marah," Kata Todung di Jakarta, Sabtu, 11/11/23. 


Todung mempertanyakan, dari sekian banyak baliho bakal pasangan capres-cawapres, mengapa yang disasar hanya milik Ganjar-Mahfud. Karenanya, Todung mengajak semua elemen masyarakat untuk turut mengawasi. 


"Kita harus terus menerus berteriak soal netralitas aparat," Ujarnya. 


Todung mengakui pihaknya akan meluncurkan pos pengaduan dan mengundang semua pihak untuk melapor ke 'call center' netralitas aparat negara dalam waktu dekat. Todung mengimbau pejabat dan aparat pemerintahan untuk menjaga netralitas dan integritas pemilu. 


"Ujung tindakan ketidaknetralan aparat pasti nantinya akan bermuara ke sengketa pemilu. Kalau pemilu ini cacat maka legitimasi hasil pemenang pemilu tidak akan diperoleh," Pungkas Todung. (*)

Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

3160458705819572409