Pasangkayu.Lenteramerahnews.co.id.
Guru terus menjadi pilar utama dalam sistem pendidikan, tidak hanya berperan sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai pembentuk karakter, nilai moral, dan arah masa depan generasi muda. Dalam praktiknya, peran strategis ini kerap dihadapkan pada berbagai dilema etika yang menuntut sikap profesional, bijaksana, dan bertanggung jawab.
Profesionalisme Guru dalam Praktik Pendidikan
Profesionalisme guru mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Guru dituntut untuk bersikap adil terhadap seluruh peserta didik, menjaga integritas dalam penilaian, serta konsisten antara ucapan dan tindakan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua situasi pendidikan dapat diselesaikan secara ideal sesuai teori dan kode etik.
Tekanan administrasi, tuntutan capaian kurikulum, serta ekspektasi orang tua sering kali menempatkan guru pada posisi sulit. Dalam kondisi tertentu, guru harus memilih antara kepatuhan pada aturan formal atau pendekatan kemanusiaan terhadap peserta didik.
Dilema Etika yang Dihadapi Guru
Dilema etika muncul ketika guru berada pada situasi yang mempertemukan dua pilihan sulit. Misalnya, dalam menangani pelanggaran disiplin siswa, guru dihadapkan pada tuntutan untuk menegakkan aturan sekolah, namun juga mempertimbangkan latar belakang sosial dan psikologis siswa.
Di era digital, dilema etika juga muncul dalam penggunaan media sosial. Guru dituntut menjaga sikap dan ujaran di ruang publik digital karena dapat memengaruhi citra profesional dan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.
Kesejahteraan dan Pengaruhnya terhadap Profesionalisme
Persoalan kesejahteraan guru, khususnya guru honorer, turut memperumit persoalan profesionalisme. Ketidakpastian status, beban kerja yang tinggi, dan penghasilan yang belum memadai berpotensi menimbulkan tekanan psikologis. Kondisi ini tidak jarang memengaruhi pengambilan keputusan etis dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Meskipun demikian, guru tetap diharapkan menjaga martabat profesinya dengan menjunjung tinggi kode etik dan nilai-nilai pendidikan, meski berada dalam keterbatasan.
Penguatan Etika Profesi Guru
Penguatan etika dan profesionalisme guru perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, pendampingan, serta penegakan kode etik yang adil. Dukungan dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat diperlukan agar guru dapat menjalankan perannya secara optimal tanpa harus terjebak dalam dilema etika yang berkepanjangan.
Dilema etika dan profesionalisme guru pada akhirnya bukan hanya persoalan individu, melainkan cerminan dari sistem pendidikan secara menyeluruh. Oleh karena itu, upaya memperbaiki kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kehormatan dan keberlanjutan profesi guru.
Tulisan: Linda Sari, Mahasiswi STKIP TOMAKAKA TIWIKRAMA.

Posted by 

Emoticon