Mateng.Lenteramerahnews.co.id.
Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Budong-Budong sebagai bagian dari penyusunan perencanaan pembangunan daerah tahun 2026–2027, di tengah tantangan efisiensi anggaran, pada Rabu, 11/02/26.
Dalam Musrenbang membahas penurunan alokasi anggaran, termasuk berkurangnya Dana Alokasi Umum (DAU) hingga sekitar Rp103 miliar, menuntut pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam menentukan program prioritas.
Efisiensi anggaran diibaratkan seperti pengelolaan rumah tangga, di mana penurunan pendapatan mengharuskan pengurangan belanja agar tidak menimbulkan defisit.
Meski demikian, Musrenbang tetap dinilai penting sebagai tahapan resmi perencanaan pembangunan sekaligus wadah silaturahmi dan koordinasi antar pemangku kepentingan.
Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan tidak akan berhenti. Penyesuaian dilakukan, khususnya pada sektor infrastruktur jalan melalui pemeliharaan dan pengerasan sementara jika pengaspalan belum memungkinkan. Kecamatan Budong-Budong menjadi salah satu wilayah yang tetap mendapat alokasi kegiatan di tengah kebijakan efisiensi.
Musrenbang juga bertujuan menyinkronkan program pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga desa agar berjalan searah dan saling mendukung. Selain itu, kolaborasi dengan masyarakat turut ditekankan, termasuk menjaga kebersihan dan estetika lingkungan melalui kegiatan gotong royong.
Kegiatan ini juga mendukung pelaksanaan program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih, sebagai bagian dari percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Mamuju Tengah. (LM)

Posted by 

Emoticon