BLANTERVIO103

Nisrina Huwaida Edukasi Warga Desa Tonronge Olah Air Beras Jadi Pupuk Organik Cair

Nisrina Huwaida Edukasi Warga Desa Tonronge Olah Air Beras Jadi Pupuk Organik Cair
Kamis, 05 Februari 2026


Sidrap, lenteramerahnews.co.id - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 115 melaksanakan kegiatan sosialisasi pengolahan limbah air beras menjadi pupuk organik cair di Desa Tonronge. 

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis sebagai bagian dari program edukasi lingkungan dan pertanian berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Selama ini, limbah air beras yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga di Desa Tonronge umumnya dibuang setiap hari tanpa pemanfaatan, padahal jumlahnya melimpah dan tersedia secara berkelanjutan. 

Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai kandungan nutrisi serta teknik pengolahan air beras menjadi pupuk organik cair menyebabkan potensi lokal tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.



Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN 115 Unhas menggagas program kerja yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah air beras menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan dan bernilai guna bagi tanaman.

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan Nisrina Huwaida, mahasiswa Jurusan Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, Nisrina menjelaskan bahwa air beras mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman jika diolah dengan cara yang tepat.

“Air beras mengandung karbohidrat, vitamin, dan mineral yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Jika diolah menjadi pupuk organik cair, air beras dapat membantu menyuburkan tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman secara alami,” jelas Nisrina Huwaida.

Ia juga memaparkan tahapan sederhana pengolahan air beras menjadi pupuk organik cair yang dapat dilakukan di rumah dengan peralatan seadanya. 

Menurutnya, metode ini mudah diterapkan dan tidak membutuhkan biaya besar.

“Pengolahannya cukup sederhana dan bisa dilakukan oleh masyarakat di rumah. Dengan memanfaatkan limbah air beras, kita tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia,” tambahnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Tonronge dapat menerapkan pengolahan air beras secara mandiri dan menjadikannya sebagai pupuk organik cair untuk tanaman pekarangan maupun kebun.

Program kerja ini menjadi salah satu bentuk komitmen mahasiswa KKN 115 Unhas dalam mendorong pemanfaatan potensi lokal desa secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan. (*/wis) 
Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

3160458705819572409