Sidrap, lenteramerahnews.co.id – TK Negeri Dharma Wanita Tonronge menggelar seminar anti bullying pada Selasa (28/4/2026) sebagai upaya menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kanit Binmas Polsek Baranti, Ilyas selaku Kepala Desa Tonronge, Bhabinkamtibmas Desa Tonronge, serta para orang tua murid. Seminar ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN Angkatan 78 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Materi disampaikan oleh Kanit Binmas Polsek Baranti, AIPTU H. Wasnah, dengan mengangkat tema “Bersama Cegah Bullying Sejak Dini.” Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pencegahan bullying tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara anak, orang tua, dan guru.
Ia menjelaskan, pada usia taman kanak-kanak, bullying sering muncul dalam bentuk sederhana seperti mengejek, tidak mau bermain bersama, merebut mainan, atau berkata kasar. Meski terlihat ringan, perilaku tersebut dapat berkembang menjadi kebiasaan jika tidak ditangani sejak dini.
Melalui pendekatan yang menyenangkan seperti cerita, permainan, dan lagu, anak-anak diajarkan untuk bersikap baik, saling menghargai, serta peduli terhadap teman. Selain itu, anak juga didorong untuk berani mengatakan “tidak” terhadap tindakan bullying dan melapor kepada orang dewasa.
Sementara itu, para orang tua diberikan pemahaman mengenai pentingnya pola asuh yang penuh kasih, komunikasi yang baik, serta menjadi teladan dalam perilaku sehari-hari. Orang tua juga diimbau lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, baik sebagai korban maupun pelaku bullying.
Kepala TK Negeri Dharma Wanita Tonronge, Sahari, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai seminar ini menjadi langkah penting dalam membangun karakter anak sejak usia dini.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan seminar ini. Kegiatan ini merupakan upaya bersama dalam melindungi anak-anak dari perilaku yang dapat menyakiti sesama,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai budaya lokal dalam pembentukan karakter anak.
“Dalam budaya Bugis, kita mengenal nilai sipakatau, sipakalebbi, sipakainge. Nilai ini sejalan dengan ajaran Islam yang mengajarkan untuk saling menghormati dan menyayangi. Pendidikan karakter harus dimulai sejak dini, baik di sekolah maupun di rumah,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara sekolah dan orang tua dalam membimbing anak agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, percaya diri, serta menjunjung tinggi sikap saling menghargai, sehingga perilaku bullying dapat dicegah sejak dini. (*wis)

Posted by 




Emoticon