Pasangkayu, lenteramerahnews.co.id — Pondok Pesantren (Ponpes) Tilawatil Qur'an Abuhuraerah yang beralamat di Dusun Peburo, Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, menggelar zikir dan istighosah akbar di halaman pondok, Minggu (17/5/2026).
Kegiatan spiritual tersebut dilaksanakan sebagai ikhtiar bersama untuk mendoakan persatuan, kedamaian, serta memohon perlindungan dan keselamatan dari segala mara bahaya yang terjadi belakangan ini.
Istighosah juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT (taqarrub) dan memohon pertolongan-Nya agar dijauhkan dari berbagai kesulitan maupun bencana, sekaligus mengharap syafaat Nabi Muhammad SAW.
Mengusung tema “Menjamaahkan Umat, Menjami’yyahkan Jamaah, Satukan Tujuan”, kegiatan ini dihadiri para muballig dan kiai dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pasangkayu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Dr. Badaruddin mewakili Bupati Pasangkayu, Wakil Ketua DPRD Muhammad Dasri, Dandim 1427/Pasangkayu Letkol Czi Imam Hanafi, Ketua MUI Maslim Halimin, M.A., perwakilan Kemenag Sulbar, Kepala Kemenag Pasangkayu Haerul, S.Hi., Kepala Kemenhaj Darwis, para pimpinan pondok pesantren, santri, hingga ratusan tokoh masyarakat dan tokoh perempuan.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan santriwati Ponpes Abuhuraerah, disertai iringan sholawat dari kelompok burdah putra dan putri Ponpes Abuhuraerah dan Toriqul U’lum.
Pimpinan Yayasan Ponpes Tilawatil Qur’an Abuhuraerah sekaligus Ketua Panitia, K.H. Mukmin Abuhaer, S.Pd.I., menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, khususnya pengurus NU Pasangkayu yang telah memberikan kepercayaan pelaksanaan zikir dan istighosah di Ponpes Abuhuraerah.
“Semoga kegiatan ini menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menghadirkan keberkahan bagi masyarakat Pasangkayu,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan program pelayanan pondok pesantren untuk Tahun Ajaran 2026/2027, termasuk penerimaan santri dan siswa baru.
Menurutnya, Ponpes Abuhuraerah kini telah menyediakan tiga unit mobil layanan antar jemput bagi santri dan santriwati nonmukim guna memudahkan akses pendidikan bagi masyarakat.
Sementara itu, perwakilan PC NU Pasangkayu, K.H. Zaini yang juga Pimpinan Ponpes Nurul Jadid, menyampaikan tausiyah mengenai hakikat istighosah sebagai sarana memperkuat spiritualitas umat.
Kepala Kemenag Pasangkayu, Haerul, S.Hi., mengajak seluruh pondok pesantren dan masyarakat untuk terus menjaga syiar agama melalui kegiatan keagamaan secara berkelanjutan.
“Seluruh penyuluh agama di Kabupaten Pasangkayu juga diharapkan terus aktif menjaga syiar Islam di wilayah kerja masing-masing,” katanya.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pasangkayu, Dr. Badaruddin, yang mewakili Bupati Pasangkayu turut memberikan apresiasi kepada seluruh pimpinan pondok pesantren atas kontribusinya dalam membina pendidikan akhlak generasi muda.
“Kegiatan pondok pesantren harus mendapatkan perhatian bersama karena berperan penting menciptakan generasi yang berkualitas dan berakhlak mulia,” ungkapnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan zikir, sholawat, dan doa bersama yang dipandu para pimpinan pondok pesantren. (LM)

Posted by 




Emoticon