Mateng.Lenteramerahnews.co.id.
Dalam rangka pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mamuju Tengah melaksanakan kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan pendataan lapangan di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah.
Kegiatan pencanangan dilaksanakan pada Minggu, 21 Juni 2026, bertempat di Alun-Alun Kota Terpadu Mandiri (KTM) Tobadak, mulai pukul 07.45 WITA hingga selesai.
Acara ini dihadiri oleh Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, Sekda, Kepala BPS Mamuju Tengah, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta berbagai pihak terkait.
Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, Menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah sangat membutuhkan data yang akurat dari pelaksanaan Sensus Ekonomi sebagai dasar dalam menyusun strategi dan kebijakan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk memberikan data yang benar dan akurat kepada petugas sensus.
"Kami sangat membutuhkan hasil sensus ini. Data yang diperoleh oleh BPS akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun berbagai kebijakan, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi dan pemberdayaan pelaku UMKM," ujar Bupati.
Menurutnya, keakuratan data sangat menentukan keberhasilan pemerintah dalam menyalurkan bantuan maupun menyusun program yang tepat sasaran. Oleh karena itu, seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro hingga usaha besar, diharapkan dapat memberikan informasi yang sebenar-benarnya saat proses pendataan berlangsung.
Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi. Dukungan tersebut akan melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga aparat pemerintahan di tingkat paling bawah guna memastikan kegiatan sensus berjalan lancar.
"Kami akan memberikan dukungan penuh. Jika terdapat kendala di tingkat kecamatan maupun desa, agar segera disampaikan sehingga dapat ditindaklanjuti. Tujuan kita adalah memperoleh informasi yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan daerah," tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa data yang valid akan memudahkan proses pengolahan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan menghasilkan gambaran kondisi ekonomi yang sebenarnya. Dengan demikian, kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan UMKM, distribusi bantuan usaha, dan berbagai program ekonomi lainnya dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi sebagai upaya bersama dalam mewujudkan pembangunan yang berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat. (*)

Posted by 



Emoticon