Sidrap, lenteramerahnews.co.id — Upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terus dilakukan RSUD Arifin Nu'mang Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Salah satunya melalui inovasi PELITA FARMASI (Pengoptimalan Expired Date melalui Layout dan Visualisasi di Instalasi Farmasi RSUD Arifin Nu'mang Sidenreng Rappang).
Inovasi tersebut diinisiasi Mulpi Alpia Annisa Putri, A.Md.Farm., Asisten Apoteker RSUD Arifin Nu'mang, sebagai bagian dari aktualisasi Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
PELITA FARMASI dirancang untuk memperkuat pengawasan terhadap obat yang mendekati masa kedaluwarsa. Solusinya sederhana, yakni melalui penataan ulang layout penyimpanan obat serta penerapan sistem visualisasi yang lebih jelas.
Dengan sistem tersebut, petugas farmasi lebih mudah mengenali dan memantau obat berdasarkan masa berlakunya. Langkah antisipatif pun dapat dilakukan lebih cepat sebelum obat memasuki atau melewati masa kedaluwarsa.
Dampaknya cukup signifikan. Berdasarkan hasil penerapan inovasi, jumlah obat yang melewati masa kedaluwarsa berhasil ditekan menjadi nol item.
Sementara itu, jumlah item obat dengan masa kedaluwarsa kurang dari tiga bulan juga berhasil ditekan, dari sebelumnya delapan item menjadi tiga item. Stok tiga item obat yang tersisa turut mengalami penurunan dibandingkan sebelum penerapan PELITA FARMASI.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya membantu meningkatkan keamanan penggunaan obat, tetapi juga membuat pengelolaan persediaan farmasi menjadi lebih efektif dan terkontrol.
Bagi pelayanan rumah sakit, pengendalian masa kedaluwarsa obat memiliki arti penting. Selain mencegah potensi kerugian akibat obat yang tidak dapat digunakan, sistem tersebut turut memperkuat aspek keselamatan pasien.
Direktur RSUD Arifin Nu'mang, dr. Lisdiana Amin Asri, Sp.PK., mengapresiasi inovasi yang lahir dari aktualisasi Latsar CPNS tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi PELITA FARMASI yang telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan tata kelola obat di RSUD Arifin Nu'mang. Kami berharap inovasi ini terus dikembangkan dan disempurnakan sehingga manfaatnya semakin luas,” ujar dr. Lisdiana.
Menurutnya, inovasi tersebut menjadi bukti bahwa ASN dapat menghadirkan solusi yang sederhana namun aplikatif untuk menjawab persoalan di lingkungan kerja.
Ia berharap PELITA FARMASI tidak berhenti sebagai proyek aktualisasi, tetapi dapat menjadi bagian dari budaya kerja yang diterapkan secara berkelanjutan.
“Tidak hanya mendukung pengelolaan obat yang lebih efektif dan aman di rumah sakit, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas dan berorientasi pada keselamatan pasien,” tambahnya.
Keberhasilan PELITA FARMASI sekaligus membuka ruang bagi lahirnya inovasi-inovasi baru di lingkungan RSUD Arifin Nu'mang.
Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, rumah sakit terus mendorong pelayanan yang profesional, aman, berkualitas, dan semakin terpercaya bagi masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang.
(Wis)

Posted by 

Emoticon