Pasangkayu.Lenteramerahnews.co.id.
Sungai Kuma di Desa Sipakainga, Kecamatan Duripoku, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, bukan sekadar aliran air bagi masyarakat setempat.
Sungai ini menjadi bagian penting dari kehidupan warga, sekaligus menyimpan persoalan yang terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Saat debit air meningkat, luapan Sungai Kuma kerap menggenangi akses jalan desa hingga mendekati permukiman warga.
Kondisi itu tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga telah menyebabkan kerusakan infrastruktur penghubung antarkawasan.
Kepala Desa (Kades) Sipakainga, Ahmad, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu alasan masyarakat berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap rencana pembangunan bendungan di Sungai Kuma.
Menurut Ahmad, banjir yang terjadi berulang kali telah memberikan dampak nyata terhadap infrastruktur desa.
Dari tiga jembatan gantung yang sebelumnya tersedia untuk mendukung aktivitas masyarakat, dua di antaranya telah rusak akibat diterjang banjir.
“Kalau hujan lebat, air Sungai Kuma meluap sampai ke jalan desa dan permukiman. Bahkan, dari tiga jembatan gantung yang sebelumnya ada, dua sudah rusak akibat banjir,” kata Ahmad saat dikonfirmasi, pada Senin (7/9/2026).
Kondisi tersebut membuat pembangunan bendungan dinilai bukan hanya sebagai kebutuhan infrastruktur, tetapi juga bagian dari upaya mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.
Ahmad mengatakan keberadaan bendungan nantinya berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas.
Selain membantu mengendalikan debit air Sungai Kuma saat musim hujan, bendungan juga diharapkan dapat menjadi sumber air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tiga kecamatan.
“Kalau bendungan bisa dibangun, manfaatnya bukan hanya untuk mengatasi banjir. Airnya juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih di tiga kecamatan dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro,” ujarnya.
Untuk diketahui, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) merupakan sistem pembangkit berskala kecil yang memanfaatkan energi aliran air untuk menghasilkan listrik.
Secara sederhana, aliran air dengan debit dan ketinggian jatuh tertentu menggerakkan turbin, kemudian putaran turbin diteruskan ke generator untuk menghasilkan energi listrik.
Teknologi ini dikenal sebagai salah satu bentuk energi terbarukan yang relatif ramah lingkungan dan dapat menjadi alternatif bagi wilayah pedesaan yang memiliki potensi aliran air.
Oleh karena itu kata Kades Ahmad, potensi Sungai Kuma perlu dilihat dalam perspektif yang lebih luas.
Pengelolaan sumber daya air melalui pembangunan bendungan, kata dia, dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara lebih terencana.
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah kondisi hutan di sekitar wilayah tersebut. Ahmad menyebut aktivitas penggundulan hutan masih menjadi ancaman yang perlu diantisipasi.
Salah satu persoalan yang disebutnya berkaitan dengan akses menuju kawasan hutan yang selama ini menggunakan jalur sungai.
Karena itu, pembangunan bendungan diharapkan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan air dan energi, tetapi juga dapat mendukung upaya menjaga kawasan hutan tetap lestari.
“Banyak akses menuju hutan melalui sungai. Dengan adanya bendungan dan pengelolaan kawasan yang lebih baik, kami berharap penggundulan hutan bisa ikut diantisipasi dan kelestarian hutan tetap terjaga,” kata Ahmad.
Bagi masyarakat Desa Sipakainga, persoalan Sungai Kuma pada akhirnya bukan hanya soal air yang meluap ketika hujan datang.
Ada kebutuhan akan infrastruktur yang lebih aman, akses masyarakat yang tetap terhubung, ketersediaan air bersih, potensi energi alternatif, sekaligus perlindungan terhadap kawasan hutan.
Karena itu, Pemerintah Desa Sipakainga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah terkait dapat melihat potensi sekaligus persoalan Sungai Kuma secara menyeluruh dan mulai mendorong kajian pembangunan bendungan di kawasan tersebut.
Harapan itu muncul agar persoalan banjir dan kerusakan infrastruktur yang selama ini berulang tidak terus menjadi beban masyarakat setiap musim hujan.
Pembangunan bendungan diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang sekaligus membuka peluang pemanfaatan sumber daya air untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas.*(Red)

Posted by 

Emoticon