BLANTERVIO103

UNM Perkuat Pembelajaran Kebhinekaan, 50 Guru PPKn se-Sidrap Ikuti Sosialisasi

UNM Perkuat Pembelajaran Kebhinekaan, 50 Guru PPKn se-Sidrap Ikuti Sosialisasi
Selasa, 01 September 2026


Sidrap, lenteramerahnews.co.id — Universitas Negeri Makassar (UNM) terus memperkuat kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pendidikan melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Sosialisasi Implementasi Pembelajaran Kebhinekaan bagi Guru MGMP SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap)”, yang digelar Senin (15/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.30 WITA tersebut diikuti sekitar 50 guru PPKn tingkat SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Sidrap.

Ketua Tim Pengabdian UNM, Dr. Mustari, M.Hum., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktisi pendidikan, khususnya dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang mampu menanamkan nilai-nilai kebhinekaan kepada peserta didik.



Menurutnya, kebhinekaan tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai materi pembelajaran yang bersifat teoritis atau hafalan. Nilai tersebut perlu dihadirkan dalam proses pendidikan sehari-hari sehingga dapat membentuk sikap dan karakter peserta didik.

“Kebhinekaan bukan sekadar materi hafalan, melainkan nilai hidup yang harus diinternalisasikan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Melalui sosialisasi ini, kami berharap para pendidik mampu mengemas pembelajaran PPKn yang lebih interaktif, kontekstual, dan menyejukkan bagi peserta didik,” ujar Dr. Mustari.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Firman Umar, M.Hum., dan Hadyan Hashfi MS, S.Pd., M.Pd., hadir sebagai narasumber.

Keduanya memberikan materi mengenai pendekatan pedagogis modern, integrasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran, serta pemanfaatan media pembelajaran interaktif berbasis karakter.

Materi tersebut diarahkan untuk membantu guru menghadapi perkembangan pendidikan di era digital sekaligus memastikan pembelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan tetap relevan dengan kehidupan peserta didik.

Guru juga didorong untuk tidak hanya menyampaikan konsep kebhinekaan secara teoritis, tetapi menghubungkannya dengan realitas sosial yang dihadapi siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Sidrap. Sejumlah kepala sekolah SMP dan SMA/SMK, Ketua MGMP PPKn Kabupaten Sidrap, serta jajaran pengurus MGMP turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Forum berlangsung dinamis dan interaktif. Para guru tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam pembelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan di sekolah.

Berbagai tantangan tersebut kemudian dibahas untuk menemukan pendekatan dan solusi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas.

Melalui kegiatan PKM ini, UNM berharap kerja sama dengan MGMP di berbagai daerah dapat terus dikembangkan, khususnya di Kabupaten Sidrap.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan guru dinilai penting untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga membentuk generasi muda yang berkarakter, toleran, menghargai keberagaman, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. (*) 

Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

3160458705819572409