Makassar, lenteramerahnews.co.id – 28 Oktober 2026 Prestasi akademik kembali ditorehkan Dr. Mursyid Fikri, S.Pd.I., M.H., dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Makassar. Ia dinyatakan lulus sebagai asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (LAMGAMA), sebuah pencapaian yang menambah rekam jejak profesionalnya dalam bidang penjaminan mutu dan akreditasi pendidikan tinggi.
Kelulusan ini menjadi pencapaian penting dalam perjalanan karier akademiknya. Mursyid Fikri tercatat sebagai asesor LAMGAMA pertama dari Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar, berdasarkan informasi yang disampaikan. Kehadirannya diharapkan memperkuat kontribusi sivitas akademika FAI dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi, khususnya pada program studi bidang kependidikan dan keagamaan sesuai cakupan kewenangan lembaga.
Sebelum pencapaian ini, Mursyid Fikri telah menorehkan sejumlah prestasi akademik. Ia meraih jabatan fungsional Lektor Kepala pada usia 30 tahun serta menyelesaikan pendidikan doktor dengan prestasi wisudawan terbaik. Di lingkungan FAI Unismuh Makassar, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Gugus Kendali Mutu (GKM), dengan perhatian pada penguatan budaya mutu, evaluasi berkelanjutan, dan peningkatan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Rekam jejak akademik tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Mursyid Fikri dalam membangun kepakaran dan memperluas kontribusi keilmuan. Selain menjalankan tridarma perguruan tinggi, ia terus berupaya mengembangkan penelitian, menghasilkan publikasi ilmiah, dan memperkuat budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. Kelulusan sebagai asesor LAMGAMA diharapkan dapat mempertemukan pengalaman praktis dalam penjaminan mutu dengan pengembangan kajian akademik yang lebih sistematis, sehingga menghasilkan kontribusi yang tidak hanya bermanfaat bagi institusi, tetapi juga bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi keagamaan
Saat dikonfirmasi mengenai kelulusan tersebut, Mursyid Fikri menyampaikan bahwa dirinya bersama Alamsyah merupakan dua dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh Makassar yang dinyatakan lolos seleksi asesor LAMGAMA.
“Alhamdulillah, dalam seleksi asesor LAMGAMA ini, saya bersama Pak Alamsyah dinyatakan lolos. Tentu ini menjadi kebahagiaan sekaligus amanah untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memperluas kontribusi dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi,” ungkap Mursyid Fikri.
Kelulusannya sebagai asesor LAMGAMA memperluas dimensi pengabdiannya. Jika selama ini peran penjaminan mutu dijalankan dalam lingkup internal fakultas, kompetensi asesor membuka ruang kontribusi pada evaluasi mutu pendidikan tinggi dalam lingkup yang lebih luas. Peran tersebut menuntut integritas, independensi, kecermatan dalam memverifikasi bukti, serta kemampuan menilai ketercapaian standar secara objektif.
Bagi Mursyid Fikri, perjalanan akademik tidak semestinya berhenti pada pencapaian jabatan fungsional. Produktivitas penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, dan kontribusi nyata terhadap penguatan mutu institusi merupakan bagian penting dari tanggung jawab seorang akademisi.
Pencapaian sebagai asesor LAMGAMA juga menjadi bagian dari rekam jejak yang relevan dalam perjalanan menuju jabatan profesor. Meski demikian, pengangkatan sebagai profesor tetap mensyaratkan pemenuhan seluruh ketentuan jabatan akademik yang berlaku, termasuk persyaratan kinerja, publikasi, dan kontribusi ilmiah.
Mursyid Fikri menegaskan komitmennya untuk ikut memajukan perguruan tinggi agama dan menjadikan setiap tahapan karier dosen sebagai ruang pengabdian yang lebih luas.
“Bagi saya, setiap pencapaian akademik bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah untuk memperluas pengabdian. Saya ingin terus berkontribusi dalam memajukan perguruan tinggi agama, mengembangkan penelitian yang bermanfaat, serta memperkuat budaya mutu. Target menuju Guru Besar harus dibarengi dengan karya, integritas, dan manfaat nyata bagi umat, persyarikatan, dan bangsa,” demikian komitmen yang ingin disampaikan Mursyid Fikri.
Dengan bertambahnya pengalaman profesional di bidang akreditasi dan penjaminan mutu, Mursyid Fikri memiliki peluang untuk mengembangkan kontribusi akademik yang lebih luas. Tantangan berikutnya ialah menjadikan pengalaman tersebut sebagai modal untuk melahirkan penelitian yang berdampak, memperkuat budaya mutu perguruan tinggi, dan memberikan sumbangsih berkelanjutan bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Prestasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju profesor bukan semata-mata perlombaan meraih jabatan, melainkan proses panjang membangun kepakaran, menjaga integritas, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat serta dunia pendidikan tinggi. (*)

Posted by 


Emoticon