BLANTERVIO103

Dari Monumen Ganggawa, Pemuda Sidrap Ikrarkan Perubahan

Dari Monumen Ganggawa, Pemuda Sidrap Ikrarkan Perubahan
Rabu, 28 Oktober 2026


Sidrap, lenteramerahnews.co.id — Perjuangan tidak pernah benar-benar berakhir. Setelah kemerdekaan direbut dan dipertahankan dengan pengorbanan jiwa, generasi hari ini mewarisi tanggung jawab untuk memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, dan masa depan yang lebih baik.


Semangat itulah yang menggema di Monumen Ganggawa, Pangkajene, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), saat Bung Anwar, Wakil Ketua Karang Taruna Kabupaten Sidrap, membacakan Deklarasi Monumen Ganggawa Pemuda Sidenreng Rappang Tahun 2026, dalam rangkaian kegiatan Tudang Sipulung Kebangsaan: Forum Dialog Terbuka Pemuda Sidrap 2026, Senin (26/10/2026).


Kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Kabupaten Sidrap.


Di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Sidrap, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala instansi vertikal, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, mahasiswa, pelajar, dan komunitas pemuda, deklarasi itu menjadi penegasan komitmen generasi muda untuk mengambil peran dalam menentukan arah pembangunan daerah.


Bukan sekadar membacakan ikrar, pemuda Sidrap menyatakan kesiapan untuk melanjutkan semangat perjuangan para pendahulu melalui pengabdian, kreativitas, persatuan, dan keberanian memperjuangkan kepentingan masyarakat.


Monumen Ganggawa, Saksi Sejarah dan Tekad Generasi


Monumen Ganggawa bukan sekadar bangunan yang berdiri di tengah kota. Monumen ini menjadi pengingat perjuangan rakyat Sidenreng Rappang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


Nama Ganggawa memiliki kaitan historis dengan badan perjuangan rakyat yang dibentuk di Rappang pada 20 November 1945, tidak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan. Sejarah tersebut mengingatkan bahwa kemerdekaan lahir dari keberanian, pengorbanan, persatuan, dan kesediaan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.


Di tempat yang sarat makna sejarah itu, generasi muda kembali meneguhkan komitmen kebangsaannya.


Jika dahulu para pejuang mengangkat senjata untuk mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan dilanjutkan melalui pendidikan, pengabdian sosial, kewirausahaan, pelestarian lingkungan, serta keterlibatan dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.


Tantangan zaman memang berubah. Namun, semangat perjuangan tidak boleh padam. Pemuda dituntut untuk tidak menyerah pada keadaan, tidak berpaling dari persoalan, dan tidak membiarkan masa depan daerah ditentukan tanpa keterlibatan mereka.


Sejarah, karena itu, tidak cukup hanya dikenang. Pengorbanan para pendahulu harus dijawab melalui karya, kepedulian, dan pengabdian nyata.


Tujuh Ikrar, Satu Tekad Perubahan


Dalam deklarasi yang dibacakannya, Bung Anwar menyuarakan tujuh komitmen pemuda Sidenreng Rappang yang berlandaskan semangat Sumpah Pemuda dan nilai-nilai luhur masyarakat Bugis, yakni sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge.


Sipakatau mengajarkan pentingnya memanusiakan sesama, sipakalebbi menegaskan sikap saling menghargai, sedangkan sipakainge mengingatkan pentingnya saling menasihati dalam kebaikan.


Ketujuh ikrar tersebut mencakup komitmen untuk bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Sidrap Maju dan Sejahtera; menjaga persatuan dan persaudaraan dalam keberagaman; serta memperkuat kemandirian ekonomi melalui kreativitas, inovasi, produktivitas, dan daya saing.


Pemuda juga bertekad membangun desa, menjaga kelestarian lingkungan, memperjuangkan kesejahteraan sosial, serta mendorong lahirnya generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, peduli, dan bebas dari narkoba.


Komitmen lainnya adalah mengawal aspirasi pemuda agar tidak berhenti sebagai suara, tetapi berkembang menjadi gagasan, melahirkan solusi, dan diwujudkan melalui kebijakan serta gerakan nyata.


Ikrar ketujuh menegaskan tekad pemuda untuk menjadi pelopor perubahan, penggerak persatuan, dan bagian penting dalam pembangunan daerah.


Seluruh komitmen tersebut menyampaikan satu pesan mendasar: pemuda tidak cukup hanya memiliki idealisme, tetapi harus berani bekerja. Mereka perlu bersuara, sekaligus menawarkan solusi; mencintai daerah, sekaligus membuktikannya melalui kontribusi nyata.


Aspirasi Pemuda Tak Boleh Berhenti di Mimbar


Deklarasi tersebut sejalan dengan tema Tudang Sipulung Kebangsaan 2026, yakni “Mimbar Suara Pemuda: Dari Gagasan Menjadi Gerakan, Dari Aspirasi Menjadi Kebijakan, untuk Sidrap Maju dan Sejahtera.”


Forum ini menjadi ruang pertemuan antara gagasan generasi muda dan tanggung jawab pemerintah, sekaligus wadah untuk membicarakan berbagai tantangan dan masa depan Sidenreng Rappang.


Pemuda merupakan bagian dari masyarakat yang berhadapan langsung dengan persoalan pendidikan, lapangan kerja, kesempatan berusaha, lingkungan, penyalahgunaan narkoba, kemiskinan, dan beragam tantangan sosial lainnya.


Karena itu, aspirasi mereka perlu memperoleh ruang untuk didengar, dipertimbangkan, ditindaklanjuti, dan dievaluasi secara terbuka.


Komitmen mengawal aspirasi dalam deklarasi menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak selesai ketika mikrofon dimatikan dan forum berakhir. Gagasan yang dihimpun perlu dirumuskan menjadi rekomendasi yang terukur, kemudian disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap dan DPRD sebagai bahan pertimbangan dalam pembangunan daerah.


Di sinilah komitmen deklarasi menemukan ujian sesungguhnya. Gagasan harus diterjemahkan menjadi program, kolaborasi harus melahirkan tindakan, dan aspirasi harus diperjuangkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat.


Pemuda Sidrap ditantang untuk membuktikan komitmen tersebut melalui kerja bersama, konsistensi, dan kesediaan mengambil tanggung jawab.


Bukan Sekadar Penerus, tetapi Penggerak Zaman


Pemuda tidak harus menunggu menjadi pejabat untuk mengabdi. Mereka juga tidak perlu menunggu jabatan atau kedudukan untuk menciptakan perubahan.


Pengabdian dapat dimulai dari desa, kampus, sekolah, organisasi, komunitas, tempat usaha, hingga lingkungan tempat tinggal. Melalui gerakan kolektif, generasi muda dapat mengembangkan usaha, mendampingi masyarakat, menggerakkan kegiatan sosial, melestarikan budaya, menjaga lingkungan, mencegah penyalahgunaan narkoba, dan menghadirkan inovasi yang bermanfaat.


Namun, semangat tersebut membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, media, organisasi masyarakat, dan komunitas pemuda perlu memperluas ruang kolaborasi agar potensi generasi muda dapat berkembang.


Pemuda membutuhkan kesempatan untuk berpartisipasi, ruang untuk berinovasi, dan kepercayaan untuk mengambil peran. Sebaliknya, mereka juga dituntut menunjukkan integritas, kedisiplinan, kedewasaan, dan komitmen terhadap kepentingan bersama.


Kemajuan Sidrap bukan pekerjaan satu orang, satu lembaga, atau satu generasi. Pembangunan membutuhkan gagasan dan kontribusi seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda sebagai bagian penting dari masa depan daerah.


Dari Ganggawa untuk Sidrap dan Indonesia


Deklarasi Pemuda Sidenreng Rappang 2026 menjadi penanda tekad generasi muda untuk meneruskan semangat perjuangan para pendahulu melalui pengabdian, persatuan, kreativitas, dan keberanian memperjuangkan kepentingan masyarakat.


Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tidak semestinya berhenti pada seremoni dan pengulangan ikrar bersejarah 1928. Momentum ini harus menjadi kesempatan untuk memperbarui komitmen kebangsaan, merawat persaudaraan, dan menyatukan energi demi masa depan yang lebih baik.


Sebab, sejarah tidak hanya ditulis oleh mereka yang berjuang pada masa lalu, tetapi juga oleh generasi hari ini melalui pilihan, keberanian, dan tindakan yang mereka ambil.


Dari Monumen Ganggawa, pemuda Sidrap menegaskan kesiapan untuk berdiri bersama masyarakat, bersinergi dengan pemerintah, menjaga persaudaraan, dan mengawal pembangunan agar semakin dekat dengan kebutuhan rakyat.


Pemuda bersatu bukan sekadar slogan. Pemuda bergerak bukan sekadar seruan. Pemuda berdampak adalah komitmen yang harus dibuktikan.


Dari Ganggawa, semangat perjuangan diteruskan. Dari Sidrap, tekad perubahan digerakkan.


Pemuda Bersatu, Sidrap Maju. Pemuda Bergerak, Sidrap Sejahtera. Pemuda Berdampak, Sidrap untuk Indonesia.


SAROMASE Sidenreng Rappang.

Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

3160458705819572409