Sidrap,lenteramerahnews.co.id — Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik kembali menunjukkan komitmen akademik melalui karya ilmiah yang responsif terhadap isu sosial aktual. Juana berhasil menyusun dua artikel ilmiah yang mengangkat tema pencegahan dan pengawasan perjudian online, persoalan yang kian menjadi perhatian di era digital.
Artikel pertama berjudul “Kampus Bebas Judi Online: Kajian Systematic Literature Review (SLR) terhadap Strategi Pencegahan dan Pengawasan” dan diarahkan untuk publikasi pada jurnal terakreditasi SINTA 4.
Melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR), Juana mengkaji berbagai literatur ilmiah yang membahas strategi pencegahan serta pengawasan judi online, khususnya di lingkungan kampus.
Kajian tersebut dinilai relevan mengingat mahasiswa merupakan kelompok yang sangat dekat dengan teknologi digital dan rentan terpapar praktik perjudian online.
Dalam artikelnya, Juana menekankan bahwa kampus memiliki posisi strategis dalam membangun lingkungan akademik yang sehat dan bebas dari aktivitas judi online.
Perguruan tinggi dipandang tidak hanya sebagai ruang pembelajaran, tetapi juga tempat pembentukan karakter, etika digital, dan kesadaran hukum mahasiswa.
Karena itu, pencegahan judi online dinilai perlu dilakukan melalui penguatan literasi digital, sosialisasi bahaya perjudian online, pembinaan kemahasiswaan, pengawasan penggunaan media digital, serta kolaborasi antara pimpinan kampus, dosen, mahasiswa, dan pihak terkait.
Sementara itu, artikel kedua berjudul “Analisis Strategi Pencegahan dan Pengawasan Perjudian Online di Kabupaten Sidenreng Rappang” diarahkan pada jurnal terakreditasi SINTA 3 sekaligus dijadikan tugas akhir atau pengganti skripsi.
Melalui artikel tersebut, Juana mengkaji strategi pencegahan dan pengawasan perjudian online dalam konteks pemerintahan daerah, dengan fokus pada peran pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam mencegah berkembangnya praktik perjudian online di Sidenreng Rappang.
Sebagai tugas akhir, artikel itu menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menghubungkan teori administrasi publik dengan persoalan nyata di masyarakat.
Perjudian online dipandang bukan sekadar masalah hukum, melainkan juga isu kebijakan publik, tata kelola sosial, dan pengawasan digital yang membutuhkan pendekatan komprehensif.
Strategi penanganannya dinilai harus mencakup edukasi, penguatan regulasi, pengawasan kelembagaan, partisipasi masyarakat, hingga koordinasi lintas sektor.
Ketua Program Studi Administrasi Publik menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, penyusunan artikel yang diarahkan pada jurnal SINTA 4 dan SINTA 3 menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam meneliti, menulis, dan menghasilkan karya akademik berkualitas.
Lebih jauh, artikel kedua yang dijadikan pengganti skripsi dipandang sebagai bukti bahwa tugas akhir mahasiswa dapat dikembangkan menjadi publikasi ilmiah yang memiliki nilai akademik sekaligus manfaat sosial.
Program Studi Administrasi Publik sendiri terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah melalui pendampingan akademik yang berkelanjutan.
Kebijakan ini diharapkan mampu membangun budaya akademik yang produktif serta meningkatkan daya saing program studi dan perguruan tinggi.
Keberhasilan Juana diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk lebih aktif mengangkat isu-isu aktual seperti perjudian online, transformasi digital, pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, hingga kebijakan sosial sebagai ruang kajian akademik.
Melalui capaian tersebut, Program Studi Administrasi Publik menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya riset, publikasi, dan inovasi akademik mahasiswa sekaligus mendorong kontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan masyarakat.

Posted by 

Emoticon