BLANTERVIO103

Mahasiswa Pascasarjana UMS Rappang Raih Nilai A Lewat Riset Digitalisasi Keuangan Instansi Pemerintah

Mahasiswa Pascasarjana UMS Rappang Raih Nilai A Lewat Riset Digitalisasi Keuangan Instansi Pemerintah
Rabu, 20 Mei 2026

 


Sidrap, lenteramerahnews.co.id --Program Studi Magister Administrasi Publik (M.A.P.) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menggelar ujian tutup tesis mahasiswa pascasarjana, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lantai 5 Gedung Rektorat UMS Rappang tersebut diikuti mahasiswa atas nama Muhammad Firdaus dengan tesis berjudul “Optimalisasi Penerapan Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi dalam Pelaksanaan Program dan Penganggaran pada Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Mamuju.”

Ujian tesis ini merupakan salah satu tahapan akademik guna memperoleh gelar Magister Administrasi Publik pada Program Studi Ilmu Administrasi Publik UMS Rappang.

Tim penguji terdiri atas Dr. Andi Sinrang, M.Si., Dr. Muhammad Nur, M.Si., Prof. Dr. H. Jamaluddin, M.Si., Dr. Ir. H. Muh Rais Razak, M.Si., serta Dr. Andi Astinah Adnan, S.S., M.Si.

Dalam pemaparannya, Muhammad Firdaus menjelaskan bahwa digitalisasi keuangan publik menjadi isu strategis dalam reformasi tata kelola pemerintahan modern. Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan anggaran negara.

“Transformasi sistem keuangan negara menjadi kebutuhan penting untuk menjawab kompleksitas pengelolaan anggaran di berbagai instansi pemerintah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia telah mengembangkan Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) sebagai sistem terintegrasi untuk mendukung proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan keuangan instansi pemerintah.

Melalui penelitiannya, Muhammad Firdaus menganalisis pemanfaatan, kendala, serta strategi optimalisasi penerapan SAKTI di Poltekkes Kemenkes Mamuju menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif.

Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SAKTI telah berjalan secara fungsional, khususnya di unit keuangan. Namun, penerapannya dinilai belum optimal karena penggunaan sistem belum merata di seluruh unit kerja.

Penelitian tersebut juga menemukan tiga kendala utama dalam implementasi SAKTI, yakni keterbatasan kapasitas sumber daya manusia (SDM), keterbatasan infrastruktur teknologi informasi, serta resistensi terhadap perubahan organisasi.

Karena itu, Muhammad Firdaus menekankan perlunya strategi komprehensif melalui peningkatan kapasitas SDM secara berkelanjutan, penguatan infrastruktur teknologi, serta penerapan manajemen perubahan yang terstruktur.

“Keberhasilan implementasi SAKTI tidak hanya ditentukan oleh aspek teknologi, tetapi juga kesiapan organisasi dalam mendukung transformasi digital yang berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu penguji, Dr. Muhammad Nur, M.Si., menyampaikan bahwa berdasarkan hasil akumulasi penilaian, Muhammad Firdaus berhasil memperoleh nilai 91,2 dengan predikat A.

Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sistem pengelolaan keuangan berbasis digital di lingkungan instansi pemerintah, khususnya dalam mendukung tata kelola keuangan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. (*wis) 

Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

3160458705819572409