BLANTERVIO103

Mahasiswi S2 UM Sidrap Teliti Terapi Bermain untuk Tingkatkan Bahasa Ekspresif Anak

Mahasiswi S2 UM Sidrap Teliti Terapi Bermain untuk Tingkatkan Bahasa Ekspresif Anak
Senin, 11 Mei 2026

 


SIDRAP, lenteramerahnews.co.id — Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang kembali menggelar Seminar Hasil Tesis mahasiswa angkatan 2024 atas nama Nursani, Senin (11/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 2 Gedung Rektorat tersebut dihadiri tim penguji serta sejumlah mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Indonesia.

Dalam seminar itu, Nursani mempresentasikan tesis berjudul “Efektivitas Terapi Bermain dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak dengan Gangguan Perkembangan Bahasa.”

Penelitian tersebut mengkaji metode terapi bermain sebagai pendekatan untuk membantu anak yang mengalami hambatan dalam mengekspresikan bahasa, baik di lingkungan akademik, sosial, maupun masyarakat.



Nursani menjelaskan, penelitian itu dilatarbelakangi keprihatinannya terhadap anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan bahasa sehingga kesulitan menyampaikan pikiran dan perasaan secara verbal.

“Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap anak yang mengalami gangguan perkembangan bahasa sehingga tidak mampu mengekspresikan dirinya dengan baik, baik dalam lingkungan akademik, sosial, maupun masyarakat,” ujarnya saat pemaparan.

Dalam penelitiannya, ia menawarkan terapi bermain sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak. Bentuk terapi yang diterapkan meliputi permainan petak umpet, penggunaan flash card kalimat, serta bermain peran (role play).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode terapi bermain memberikan perubahan signifikan terhadap kemampuan bahasa anak, terutama dalam penguasaan kosakata, kemampuan ujaran, dan keberanian berkomunikasi.

Seminar hasil tersebut dipimpin Nuraini Kasman selaku Ketua Penguji dan Jumiati sebagai Sekretaris Penguji.

Sementara itu, Jamaluddin, Yusmah, dan Aswadi bertindak sebagai anggota tim penguji.

Pada akhir seminar, Dr. Yusmah menyampaikan hasil penilaian tim penguji terhadap tesis yang dipresentasikan. Berdasarkan akumulasi nilai dari lima penguji, Nursani memperoleh nilai 93,15 dan dinyatakan diterima dengan revisi tanpa seminar ulang.

“Tesis ini dinyatakan diterima dengan revisi tanpa seminar ulang,” ungkapnya saat membacakan hasil keputusan seminar.

Tim penguji berharap penelitian tersebut dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran dan terapi bahasa bagi anak dengan gangguan perkembangan bahasa, sekaligus menjadi referensi akademik bagi penelitian selanjutnya di bidang pendidikan dan linguistik terapan. (*wis) 

Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

3160458705819572409