Sidrap, lenteramerahnews.co.id — RSUD Nene Mallomo terus mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui berbagai inovasi. Salah satunya PEKA PAS PERAWAT (Penilaian Kinerja untuk Meningkatkan Profesional Perawat) yang dirancang untuk memperkuat profesionalisme tenaga keperawatan sekaligus meningkatkan keselamatan pasien.
Inovasi tersebut diinisiasi H. Mansyur Muhammad, S.Kep., Ns., MM.Kep, Kepala Ruangan Sambiloto RSUD Nene Mallomo. Program ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan keperawatan yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
PEKA PAS PERAWAT memiliki sejumlah tujuan. Di antaranya mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan, memberikan perlindungan bagi pasien maupun tenaga keperawatan dalam pelaksanaan tindakan, serta mendukung penerapan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) di RSUD Nene Mallomo.
Yang membedakan inovasi ini adalah sistem penilaian kinerja yang menitikberatkan pada tiga aspek utama, yakni sikap, kinerja pelayanan sesuai uraian tugas, dan mutu pelayanan.
Indikator penilaian juga mengacu pada standar asuhan keperawatan profesional yang ditetapkan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), meliputi SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia), dan SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia).
Dengan pendekatan tersebut, penilaian tidak sekadar melihat aktivitas atau kehadiran perawat dalam menjalankan tugas. Lebih jauh, sistem ini mengukur sejauh mana tenaga keperawatan mampu menerapkan asuhan keperawatan sesuai standar profesional nasional.
Saat ini, pelaksanaan PEKA PAS PERAWAT masih menggunakan metode non-digital. Namun, sistem tersebut telah dipersiapkan untuk dikembangkan ke dalam platform digital sehingga proses penilaian ke depan dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.
Penyusunan indikator dilakukan dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan. Acuannya antara lain dokumen penilaian kinerja akreditasi rumah sakit, modul MPKP Universitas Hasanuddin, serta materi pelatihan kepala ruangan yang diselenggarakan Rumah Sakit Universitas Hasanuddin.
RSUD Nene Mallomo juga telah menyediakan pedoman SDKI, SIKI, dan SLKI dalam bentuk dokumen elektronik. Pedoman tersebut dapat diakses perawat sebagai acuan dalam memberikan pelayanan dan menyusun asuhan keperawatan kepada pasien.
Untuk menghasilkan penilaian yang lebih objektif, PEKA PAS PERAWAT menggunakan tiga perspektif penilaian. Yakni self assessment, penilaian oleh kepala ruangan, dan peer review atau penilaian oleh teman sejawat.
Hasil dari proses penilaian tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi manajemen rumah sakit. Data penilaian juga dapat dilaporkan kepada Direktur RSUD Nene Mallomo sebagai dasar evaluasi dan pertimbangan dalam mengambil kebijakan peningkatan kualitas pelayanan.
Melalui PEKA PAS PERAWAT, RSUD Nene Mallomo berupaya membangun budaya kerja keperawatan yang semakin profesional, terukur, dan bertanggung jawab.
Inovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi dan kinerja tenaga keperawatan, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang lebih aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan serta kebutuhan pasien. (*)

Posted by 

Emoticon